Rebranding Cirendeu: Dari Warisan Adat ke Destinasi Wisata Berkelanjutan!

Adhitia Yudhistira Canangkan Desa Adat Cirendeu Sebagai Konservasi Budaya (mong)
Adhitia Yudhistira Canangkan Desa Adat Cirendeu Sebagai Konservasi Budaya (mong)
0 Komentar

Tingginya minat wisatawan lokal maupun mancanegara ke Cirendeu menjadi sinyal penting bagi pemerintah untuk membangun sarana-prasarana penunjang wisata budaya dan ekologi.

Adhitia juga meyoroti akses jalan yang lebih baik dibandingkan kawasan lain juga menjadi keunggulan Cirendeu untuk dikembangkan secara optimal.

“Saya kaget juga tadi laporan dari MC, trafik di sini lumayan tinggi ya, wisatawan turis, bahkan ada turis asing. Pemerintah harus menyambut kondisi seperti itu dan harus ikut memikirkan bagaimana itu bisa terus dikembangkan,” ucap Adhitia.

Baca Juga:Absen Rapat Paripurna, Sekda Jabar: Saya Dikirim Gubernur ke Lokasi Bencana!Usai Kongres SEMMI, Rizky Siap Jadi Garda Terdepan Kawal Amanah Organisasi

Adhitia memetakan tiga zona wisata di Kota Cimahi, dan menempatkan wilayah selatan sebagai titik strategis untuk wisata berbasis budaya dan lingkungan.

“Wilayah selatan ini ya wilayah pariwisata budaya dan lingkungan,” ujarnya.

Lebih lanjut, katanya, kalau Cimahi punya ekowisata Cimenteng, akan lebih sulit dikembangkan daripada Cirendeu.

“Aksesnya di sini lebih besar jalannya, lebih mudah,”

Adhitia berharap, Cirendeu bisa menjadi destinasi wisata unggulan Kota Cimahi, bukan hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi sebagai pusat pembelajaran dan konservasi yang berbasis pada budaya lokal dan kesadaran ekologis.

“Ini sih harapannya buat kami itu ke depan jadi pusat wisata juga. Tapi wisata yang berbasiskan lingkungan, berbasiskan budaya,” tandasnya. (Mong)

0 Komentar