Dukungan AS Dibutuhkan untuk Serangan Lanjutan
Israel dilaporkan telah menyerang fasilitas pengayaan uranium di Natanz, yang memperkaya uranium hingga 60 persen.
Namun fasilitas Fordow, yang terletak di bawah gunung, tetap utuh. Menurut Davenport, jika Israel ingin menyerang Fordow atau fasilitas bawah tanah lainnya, mereka kemungkinan memerlukan bantuan AS, terutama akses ke bom penghancur bunker seperti Massive Ordnance Penetrator seberat 13.600 kg.
Barbara Slavin dari Stimson Center menyebut bahwa meskipun AS belum secara resmi memberikan senjata tersebut, kebutuhan militer semacam itu akan menentukan keberhasilan serangan terhadap program nuklir Iran secara keseluruhan.
Baca Juga:Ini Dia 6 Rekomendasi Mobil Listrik Murah Harga Mulai dari Rp100 JutaanDaftar Harga Emas Hari ini di Pegadaian untuk Emas Antam, UBS, Galeri24 pada Kamis, 19 Juni 2025
AS Bisa Tergoda untuk Ikut Campur
Ansari juga memperingatkan bahwa Trump mungkin tergoda untuk ikut campur demi mendapatkan “kejayaan” jika serangan Israel awal dinilai berhasil.
Ia mengatakan bahwa Iran mungkin bisa dipaksa ke meja perundingan oleh tekanan militer dari AS, bukan dari Israel.
Namun, keterlibatan AS tidak tanpa risiko. Senator Tim Kaine bahkan mengajukan resolusi agar Kongres harus memberikan persetujuan untuk setiap aksi militer terhadap Iran, sebagai bentuk pengawasan agar AS tidak terjerumus ke dalam perang besar yang tidak perlu.
Jalan Militer Bukan Solusi Jangka Panjang
Sebagaimana pengalaman masa lalu, solusi militer bukanlah jaminan keberhasilan dalam mencegah proliferasi senjata nuklir.
JCPOA (Joint Comprehensive Plan of Action) yang dibuat pada 2015 dianggap sebagai langkah penting dalam membatasi program nuklir Iran.
Namun keputusan Trump menarik AS keluar dari perjanjian ini pada 2018 dinilai turut memperkeruh situasi saat ini.
Davenport menegaskan bahwa perubahan rezim di Iran pun bukan solusi. Ketidakpastian politik pasca-pergantian rezim justru bisa membuka peluang lebih besar bagi pengembangan senjata nuklir.
Baca Juga:BREAKING NEWS! AS Bakal Bantu Israel Serang Iran, Ini Ide yang Akan Dilakukan Donald TrumpUsai Dikukuhkan PWI Pusat, Plt Ketua PWI Kabupaten Bandung Kang Awing Bikin Gebrakan Gelar OKK
Meskipun Trump membantah keterlibatan langsung AS dalam serangan Israel ke Iran, pernyataan ambigu dan sinyal bertentangan menunjukkan adanya kemungkinan keterlibatan tidak langsung.
Analis memperingatkan bahwa ketidakkonsistenan kebijakan dan godaan untuk menunjukkan kekuatan militer justru bisa memperburuk konflik.
Di tengah ancaman perang besar, jalur diplomasi tetap menjadi solusi paling rasional dan aman untuk meredam ketegangan.
