Koin Wilhelmina tercatat beredar mulai dari tahun 1818 hingga 1948. Namun, yang paling banyak dicari kolektor adalah edisi tahun 1846 dengan kadar perak 945/1000, serta edisi tahun 1898 hingga 1930.
Beberapa edisi langka koin Wilhelmina bahkan bisa mencapai nilai ratusan juta rupiah di pasar koleksi. Hal ini tidak lepas dari faktor sejarah panjang dan transisi politik Belanda kala itu, yang tercermin dalam simbol-simbol di setiap desain koinnya.
Bagi sebagian orang, memiliki koin Wilhelmina seolah seperti memegang potongan sejarah Eropa yang pernah menancapkan kekuasaannya di Hindia Belanda. Tak heran jika kolektor rela berburu hingga ke bursa lelang internasional demi mendapatkan koin ini dalam kondisi terbaik.
Baca Juga:Cerydra, Support Baru di HSR 3.5, Intip Bocorannya!Presiden Prabowo Bertemu Presiden Putin di St. Petersburg
3. Koin 2½ Cent Nederlandsch Indie 1945: Sejarah di Tahun Kritis
Di pasar online maupun lelang kolektor, koin kuno Belanda dari era Hindia Belanda juga banyak diburu dalam denominasi kecil seperti koin 2½ cent Nederlandsch Indie tahun 1945. Koin ini tergolong unik karena dicetak pada masa transisi menjelang Indonesia merdeka, menjadikannya sangat bernilai bagi kolektor yang gemar mengoleksi memorabilia menjelang akhir era kolonial.
Harga jual koin ini pun bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Ada beberapa catatan penjualan yang menunjukkan koin 2½ cent tahun 1945 pernah laku hingga Rp2.500.000, terutama bila kondisinya masih sangat baik atau mint condition.
Untuk kolektor, koin kuno Belanda termahal ini bukan hanya sekadar benda kuno, tetapi juga penanda momen penting di mana kekuasaan Belanda di Nusantara mulai goyah.
4. Koin 25 Gulden 1816: Simbol Kemakmuran Zaman Dulu
Koin kuno Belanda lain yang juga bernilai fantastis adalah koin 25 gulden tahun 1816. Koin ini terkenal karena nominalnya yang besar di zamannya dan materialnya yang terbuat dari logam berkualitas tinggi. Dalam beberapa lelang, koin 25 gulden ini bisa terjual hingga Rp20.000.000.
Keberadaan koin 25 gulden ini mengingatkan kita pada masa ketika transaksi dengan logam mulia menjadi standar ekonomi global. Tidak banyak koin 25 gulden yang bertahan dalam kondisi baik, sehingga wajar jika harganya melonjak tinggi di pasar koleksi.
