Benarkah Uang Rp1 Juta Segera Dicetak Indonesia?

Benarkah Uang Rp1 Juta Segera Dicetak Indonesia?
Benarkah Uang Rp1 Juta Segera Dicetak Indonesia?
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Beberapa diskusi di media sosial dan YouTube memunculkan spekulasi tentang kemungkinan Bank Indonesia mencetak pecahan baru Rp1 juta. Isu mencuatnya pecahan baru uang Rp1 juta di Indonesia kembali menjadi bahan pembicaraan publik.

Isu ini mengemuka sebagai bagian dari prediksi masa depan, utamanya jika inflasi terus memburuk dan sistem moneter kembali menghadapi tekanan besar. Meskipun belum ada pengumuman resmi dari Bank Indonesia, wacana ini ramai dibicarakan terutama setelah diulas dalam salah satu video terbaru dari Josh Gultom.

Dalam videonya, Josh memaparkan bahwa tren inflasi dan kebijakan fiskal yang tak terkendali bisa membawa Indonesia pada kondisi di mana uang pecahan Rp500.000 dan bahkan Rp1 juta menjadi pilihan realistis. Bukan karena ekonomi semakin kuat, melainkan karena nilai tukar rupiah yang makin melemah.

Baca Juga:Akhirnya Pengumuman LPDP Tahap 1 2025 Sudah Keluar Hari Ini, Kamu Lolos? Cek SekarangLolos Final, Selangkah Lagi Tim Fahmil Quran Kabupaten Bandung Raih Medali Emas

“Dan kalau tren ini terus berlanjut ya akan terjadi lagi di masa depan, kita bisa melihat pecahan uang Rp500.000 per satu lembarnya dan Rp1 juta per lembar…” – ujar Josh dalam videonya.

Lebih lanjut, ia menegaskan:

“…maka dari itu, pecahan uang Rp500.000 per lembar dan Rp1 juta per lembar itu jadi opsi yang make sense. Tapi itu juga bakal nurunin kepercayaan mata uang rupiah di internasional karena nol-nya terlalu banyak.”

Intinya dalam video tersebut memang ada pembahasan mengenai kemungkinan cetaknya uang pecahan Rp1 juta di Indonesia, meskipun bukan sebagai fakta resmi, melainkan sebagai prediksi atau kekhawatiran yang disampaikan oleh narator berdasarkan kondisi ekonomi saat ini dan pengalaman sejarah Indonesia. Poin Penting:

  • Belum ada pengumuman resmi dari pemerintah atau Bank Indonesia mengenai rencana mencetak uang Rp1 juta.
  • Namun narator dalam video/artikel tersebut mengangkat isu ini sebagai potensi ancaman di masa depan, jika inflasi tak terkendali dan kebijakan fiskal negara tetap seperti sekarang.
  • Cetaknya uang Rp1 juta dikhawatirkan akan menurunkan kepercayaan internasional terhadap nilai rupiah, karena dianggap sebagai bukti inflasi parah.

Josh Gultom juga menjelaskan bahwa Indonesia pernah mengalami tiga krisis besar dalam sejarah keuangan tahun 1950 (Gunting Syarifuddin), 1959 (Sanering), dan 1965 (Redenominasi). Ketiganya menyebabkan masyarakat kehilangan nilai kekayaan secara mendadak, dan membentuk trauma nasional terhadap kebijakan pemotongan nilai uang.

0 Komentar