JABAR EKSPRES – Belakangan ini, media sosial kembali diramaikan oleh kemunculan sebuah aplikasi baru bernama EV Global. Aplikasi ini mengklaim bisa memberikan keuntungan harian hanya dengan modal awal sebesar Rp50.000. Saking menggiurkannya, banyak pengguna yang bertanya-tanya beneran bisa kaya cuma modal Rp50 ribu? Atau jangan-jangan ini hanya jebakan investasi bodong.
EV Global menawarkan sistem investasi di mana pengguna bisa mendapat keuntungan Rp17.500 per hari hanya dengan menyetor Rp50.000. Jika dihitung, dalam waktu kurang dari 3 hari saja, modal sudah kembali dan selebihnya adalah “cuan bersih”.
Sekilas terlihat menguntungkan. Namun, justru di sinilah indikasi penipuan mulai terlihat. Tidak ada bisnis yang sehat dan legal mampu menjanjikan imbal hasil harian sebesar itu, apalagi tanpa penjelasan jelas mengenai model usaha atau produk apa yang sedang dijalankan.
Baca Juga:KUR BRI 2025 Pinjaman Hingga Rp500 Juta Cuma Pakai KTP Sebelum Kuota HabisMirip Go Share, Aplikasi Sewa WhatsApp Bisa Dapat Uang? Ini Faktanya
Dalam aplikasinya, EV Global menampilkan gambar-gambar yang seolah-olah berhubungan dengan teknologi pengisian daya kendaraan listrik. Namun, tidak ada penjelasan resmi mengenai produk atau jasa apa yang sebenarnya mereka tawarkan. Bahkan di situs resminya, bagian “Tentang Kami” kosong melompong. Ini memperkuat dugaan bahwa aplikasi ini tidak berbasis bisnis nyata.
Yang ada hanyalah forum-forum berisi “testimoni penarikan” yang sangat mungkin palsu dan dibuat hanya untuk menggoda pengguna baru agar tertarik ikut serta.
Ciri mencolok lainnya adalah adanya sistem level member dan bonus rekrutmen. Pengguna akan mendapatkan komisi tambahan jika berhasil mengajak orang lain bergabung dan melakukan deposit. Sistem seperti ini umum ditemukan dalam skema Ponzi atau money game, di mana uang dari anggota baru digunakan untuk membayar anggota lama.
Jika aliran anggota baru berhenti, maka sistem akan ambruk, dan semua pengguna kehilangan uangnya.
EV Global juga memanfaatkan strategi pemasaran agresif melalui TikTok Challenge. Pengguna yang membuat video promosi dan berhasil mencapai jumlah views tertentu dijanjikan bonus tambahan. Selain itu, tersedia juga grup Telegram yang digunakan untuk menyebarkan informasi dan, ironisnya, juga peringatan soal penipuan yang mengatasnamakan admin.
Hal ini membuat semakin jelas bahwa pengelola aplikasi pun tidak bisa menjamin keamanan dan transparansi platformnya sendiri.
