JABAR EKSPRES – Komitmen menyajikan makanan bergizi gratis bagi ribuan pelajar di Kota Banjar diwujudkan salah satunya dilakukan oleh mitra Badan Gizi Nasional (BGN) yakni Dapur Sehat Kapten Jamhur, dapur ini mengerahkan lima mantan chef profesional.
Hal ini dilakukan demi memastikan hidangan yang disalurkan melalui program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga lezat dan disukai peserta didik mulai dari PAUD, TK, hingga SMK.
Program MBG yang sudah berjalan ini menyasar seluruh jenjang pendidikan dengan menu berbeda yang telah dirancang khusus oleh ahli gizi, setiap tingkat pendidikan menerima komposisi dan porsi sesuai kebutuhan nutrisi usianya, menekankan aspek kesehatan dan perkembangan optimal anak.
Baca Juga:Disdik Banjar Sasar 1.500 Anak Putus SekolahJUARA dan Raim Laode Hadirkan Semangat JuarakanHidupmu
“Kami tidak main-main dengan kualitas, kehadiran lima mantan chef ini intinya untuk menjamin cita rasa. Tapi lebih dari itu, kami ingin 100 persen sesuai aturan BGN dan proses sterilisasi yang ketat,” tegas Owner Dapur Sehat Kapten Jamhur sekaligus Mitra Penyelenggara MBG, Dr. Hj. Irma D. Bastaman, dalam keterangannya, Rabu (11/6/2025).
Dr. Irma mengungkapkan, tantangan teknis utama yang dihadapi timnya adalah penyesuaian proses memasak, dapur Sehat Kapten Jamhur sengaja menggunakan peralatan masak berkapasitas besar untuk menangani volume masakan yang sangat banyak.
“Peralatan baru dan berskala besar ini butuh penyesuaian teknis dari tim. Apalagi, kami dituntut ketepatan waktu penyelesaian masak karena jadwal pengiriman ke sekolah sangat ketat,” jelasnya.
Ketepatan waktu pengiriman menjadi kunci sukses program. Dapur Sehat Kapten Jamhur telah menyusun jadwal pengantaran yang padat.
“Pukul 07.00 WIB makanan disalurkan ke lokasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), kemudian pukul 08.30 WIB pengiriman dilakukan untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), dan pukul 10.00 WIB makanan tiba di sekolah menengah, mencakup SMP dan SMA/SMK,” katanya.
Jadwal ketat ini memastikan makanan tiba di masing-masing sekolah tepat sebelum waktu istirahat atau makan siang, sehingga hidangan masih dalam kondisi segar, hangat, dan optimal untuk dikonsumsi siswa.
Irma berharap, kolaborasi antara keahlian ahli gizi dalam merancang menu sehat, keterampilan mantan chef dalam mengolah rasa, serta manajemen logistik yang presisi diharapkan mampu memberikan pengalaman makan bergizi yang bermakna bagi peserta didik penerima manfaat program MBG di Banjar.
