JABAR EKSPRES – Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo kembali mencatat keberhasilan dalam program penangkaran satwa langka. Dua anak binturong (Arctictis binturong), mamalia arboreal berstatus rentan punah, lahir pada 17 April 2025 lalu.
Humas Bandung Zoo, Ully Rangkuti, mengatakan kelahiran ini merupakan kabar baik karena proses pengembangbiakan binturong tergolong tidak mudah.
“Kami dibantu oleh dokter hewan dan keeper yang andal untuk membantu penangkaran,” kata Ully kepada Jabar Ekspres, baru-baru ini.
Baca Juga:Deadlock Mediasi Gugatan Lisa Mariana, Kuasa Hukum Ridwan Kamil: Bukan dari Pihak KamiMinta Dukungan KLH, Dua Kepala Daerah Bogor Raya Sejalan Urus Solusi Pengelolaan Sampah
Dengan kelahiran tersebut, koleksi binturong di Bandung Zoo bertambah menjadi 33 ekor. Namun, Ully menegaskan pihaknya telah menyiapkan langkah untuk mencegah kelebihan populasi di dalam kebun binatang, termasuk dengan program pertukaran satwa.
“Salah satunya tukar-menukar dengan kebun binatang lain untuk mencari genetik segar dan menghindari inses. Bisa juga tukar-menukar dengan satwa lain yang belum ada di Bandung Zoo,” ujarnya.
Dua anak binturong jantan itu merupakan dua dari empat anak yang lahir, dua lainnya tidak selamat. Hingga kini, pihak kebun binatang belum menetapkan nama untuk keduanya.
Ully mengatakan fokus utama lembaganya adalah penangkaran di luar habitat. Namun ia berharap kelahiran binturong di Bandung Zoo turut memberi dampak positif terhadap populasi di alam liar. “Tugas kami mengedukasi masyarakat,” katanya.
“Mereka yang datang ke kebun binatang jadi tahu tentang status dan kondisi binturong di alam. Mudah-mudahan ikut menjaga,” pungkasnya.
