JABAR EKSPRES – Aplikasi yang mengklaim diri sebagai platform riset dan investasi mobil tanpa pengemudi, RisetCar, kini mulai menunjukkan tanda-tanda mencurigakan yang memicu kekhawatiran di kalangan penggunanya. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah anggota melaporkan bahwa akun mereka tiba-tiba diblokir (banned) tanpa alasan yang jelas.
Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah sistem keamanan akun yang bergantung pada “manajer” masing-masing anggota. Beberapa pengguna menyebutkan bahwa mereka dikeluarkan dari grup komunitas dan akunnya dibekukan tanpa pemberitahuan atau penjelasan yang jelas.
“Produk masih aktif, tapi tiba-tiba akun saya diblokir,” tulis salah satu korban di forum diskusi. Beberapa lainnya mengaku bahwa mereka sudah tidak melakukan deposit, namun tetap mengalami pemblokiran.
Baca Juga:Cairkan Saldo Dana Rp300 Ribu, Begini Caranya2026 Akan Turun Salju di Indonesia?
Pola yang ditunjukkan RisetCar mirip dengan skema ponzi. Biasanya, pemblokiran akun terjadi pada pengguna yang sudah tidak aktif melakukan deposit atau yang sudah terlalu banyak mengambil keuntungan (withdraw). Hal ini mengindikasikan bahwa sistem RisetCar mungkin mulai kesulitan membayar keuntungan dari uang anggota baru, yang merupakan ciri umum dalam modus ponzi.
Ada juga laporan bahwa pengguna dengan deposit besar justru menjadi target utama untuk diblokir. Mengapa? Karena pihak pengelola tidak ingin membayar kembali jumlah besar yang telah dijanjikan kepada mereka.
Meski banyak keluhan beredar, promosi aplikasi RisetCar masih terus berjalan secara masif, terutama melalui WhatsApp dan Telegram. Dalam berbagai grup, sejumlah promotor tetap membagikan testimoni keuntungan dan mengajak orang untuk bergabung.
Menariknya, RisetCar mengklaim sebagai bisnis berbasis teknologi mobil tanpa pengemudi. Namun hingga kini, belum pernah terlihat produk nyata dari kendaraan tersebut di jalanan, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta. Justru, yang sering dipamerkan hanyalah mobil-mobil konvensional seperti Avanza, Sigra, hingga Mobilio yang ditempeli stiker RisetCar. Hal ini semakin menambah tanda tanya: apakah benar ada produk yang dijanjikan?
Beberapa foto yang beredar di media sosial menunjukkan adanya kantor, pertemuan tim, hingga mobil berlogo RisetCar yang digunakan untuk meyakinkan publik. Namun banyak yang menduga bahwa itu hanyalah properti sewaan yang digunakan untuk menciptakan kesan profesional dan kredibel.
