JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan operasional angkutan kota (angkot) di kawasan Jalur Puncak, Bogor. Langkah ini diambil guna mengurai kemacetan yang kerap terjadi saat libur panjang, termasuk pada momen peringatan Kenaikan Isa Almasih.
Melalui akun Instagram pribadinya, Dedi mengungkapkan bahwa ia telah menghubungi Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor untuk menyampaikan imbauan kepada para sopir angkot agar tidak beroperasi sementara waktu.
“Tadi subuh saya sudah telepon Kang Dadang. Parkir sudah bagus dan tertata, tapi tetap macet karena jumlah kendaraan terlalu banyak,” ujar Dedi.
Baca Juga:Kompensasi Sopir Angkot Puncak Bogor akan Ada Lagi, Dedi Mulyadi Beri Syarat: Sabtu Minggu Libur! God Bless Siap Guncang GBK di Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Timnas Indonesia vs China
Sebagai solusi, Dedi meminta Dishub untuk mendata seluruh angkot yang melintas di Jalur Puncak, kemudian meliburkan mereka selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu. Dedi juga menegaskan bahwa para sopir akan diberikan kompensasi atas kebijakan ini.
“Kita liburkan dulu Sabtu-Minggu, nanti saya berikan kompensasi langsung kepada para sopir,” tambahnya.
Namun demikian, Dedi menekankan agar praktik pemotongan uang kompensasi yang pernah terjadi tidak terulang. Ia berkomitmen untuk menyerahkan bantuan secara langsung kepada para sopir angkot demi memastikan transparansi dan keadilan.
“Besok Sabtu pagi, saya kumpulkan semua sopir angkot. Mereka saya liburkan supaya bisa menikmati waktu bersama keluarga di Puncak Bogor,” pungkasnya.
