Sementara itu, Direktur RSUD Dr KH Idham Chalid, dr. Fusia Meidiawaty mengungkapkan, Pelita Hati merupakan bentuk pendekatan layanan kesehatan yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup pasien dengan penyakit kronis.
Penyakit berat dan penyakit mengancam jiwa melalui melalui pendekatan komprehensif baik secara medis, dukungan psikososial, maupun spiritual.
“Kehadiran Pelita Hati bukan hanya sekadar layanan baru, tetapi merupakan bentuk kepedulian dan empati terhadap pasien yang tengah menghadapi masalah kesehatan dalam hidupnya,” tuturnya.
Baca Juga:Hilal Penetapan 1 Dzulhijjah di Kota Bandung Terhalang Awan TebalHilang 3 Hari Terseret Arus Sungai Cipelang, Warga Ujungjaya Sumedang Ditemukan Tak Bernyawa
Program ini juga bertujuan meningkatkan akses, kualitas, dan dukungan multidisipliner bagi pasien penyakit kronis dan terminal, serta menurunkan penderitaan mereka.
Ia menerangkan, Pelita Hati ini didukung oleh layanan Bogor Pain Center, sarana prasarana diantaranya rehabilitasi medik, taman relaksasi, dan ruang tunggu.
Dalam fasilitas ini juga dilengkapi dengan mushola, SDM multidisiplin diantaranya: dokter penyakit dalam, onkologi, urologi, bedah digestif, unit pelayanan rohani, fasilitas kemoterapi, apoteker, nutrisionis.
“Pelita Hati dibangun atas dasar kerja sama antara berbagai pihak diantaranya pemerintah daerah, institusi kesehatan, komunitas, dan tentu saja keluarga pasien sebagai mitra utama,” pungkasnya.
