JABAR EKSPRES – Prevalensi stunting di Kabupaten Bandung mengalami penurunan signifikan berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang dirilis Kementerian Kesehatan.
Angka stunting di wilayah tersebut tercatat menurun dari 29,2 persen pada 2023 menjadi 24,1 persen pada 2024, atau turun sebesar 5,1 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Yuli Irnawaty Mosjasari, menyebut penurunan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak lintas sektor.
Baca Juga:Gelar Gebyar Adminduk, Disdukcapil Jamin Layanan Kependudukan selesai Satu HariJeje Ritchie Pastikan Pelaksanaan Kurban di Bandung Barat Sesuai Syariat Islam
Ia menyebutkan sejumlah langkah yang dilakukan, seperti pendampingan intervensi kepada ibu hamil hingga melahirkan, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, serta pemberian makanan tambahan (PMT).
“Semua program ini sejalan dengan arahan Bapak Bupati dan pembinaan yang terus-menerus dari Ibu Ketua Tim Penggerak PKK di setiap Posyandu,” tambahnya.
“Dengan program ini, kami bisa menyisir 280 desa di 31 kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bandung, Muhammad Hairun, menilai penurunan prevalensi stunting di wilayahnya turut berkontribusi pada penurunan angka stunting secara provinsi.
“Secara absolut, penurunan stunting Kabupaten Bandung ini signifikan dan turut menyumbang penurunan prevalensi stunting di Jawa Barat. Padahal di Provinsi Jabar sendiri banyak kota yang justru prevalensi stuntingnya malah naik,” ujar Hairun.
