JABAR EKSPRES – Rasa aman perlahan kembali dirasakan para pedagang dan warga setelah Polresta Bandung bergerak cepat memberantas aksi premanisme yang selama ini meresahkan.
Nadila Patrisia Maharani, pedagang kaki lima di Majalaya, mengungkapkan kelegaannya. “Sekarang saya bisa jualan tanpa dihantui rasa takut. Dulu sering dipalak preman, tapi sekarang alhamdulillah sudah bersih,” ujarnya, Jumat (23/5).
Ia juga mengapresiasi kehadiran kanal Lapor Pak Kapolresta yang memudahkan masyarakat untuk menyampaikan keluhan atau laporan terkait gangguan keamanan. “Pedagang malam seperti saya sekarang jauh lebih tenang,” tambahnya.
Baca Juga:DTKS Tak Lagi Berlaku, Dinsos KBB Pastikan Penerima Bansos Gunakan DTSENMAN 2 Ciamis Akui Pungutan Siswa, Sebut Legal Berdasarkan Aturan Kemenag
Hal serupa disampaikan Junjun Kurnia, warga Ciwidey. Menurutnya, tindakan tegas dari Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono sangat dirasakan dampaknya. “Preman sudah tidak berkutik. Lingkungan lebih aman, warga bisa beraktivitas tanpa rasa waswas,” katanya.
Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menangkap 52 preman dari berbagai titik rawan. Ia menegaskan, tidak akan memberi ruang bagi siapa pun yang mengganggu ketertiban.
“Kalau masih ada yang coba-coba meresahkan warga, pasti kami kejar. Keamanan masyarakat adalah prioritas,” tegasnya.
Selain menyasar premanisme, Polresta Bandung juga rutin menggelar patroli serta operasi miras ilegal, narkoba, dan kejahatan jalanan.
“Kami ingin warga merasa aman di rumah, di jalan, dan di tempat usaha. Tidak boleh ada toleransi untuk aksi-aksi yang merugikan masyarakat,” ujarnya.
Ia mengajak warga untuk terus aktif melapor jika mengalami atau menyaksikan gangguan keamanan. “Gunakan saluran Lapor Pak Kapolresta, setiap laporan akan kami tindaklanjuti,” tutup Aldi.
