Ini Alternatif Urai Kemacetan di Bandung! Flayover Dinilai Kurang Efektif

BUTUH SOLUSI: Kemacetan di Bandung tepatnya di ruas Jalan Raya Cibiru, Kota Bandung-Cileunyi, beberapa bulan lalu. (DOK/JABAR EKSPRES)
BUTUH SOLUSI: Kemacetan di Bandung tepatnya di ruas Jalan Raya Cibiru, Kota Bandung-Cileunyi, beberapa bulan lalu. (DOK/JABAR EKSPRES)
0 Komentar

BANDUNG – Pakar Transportasi dari Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Institut Teknologi Bandung (ITB) Sonny Sulaksono, menyodorkan alternatif dalam upaya mengurai kemacetan di Bandung. Menurutnya, kemacetan itu tak bisa dihindari. Pasalnya, jumlah kendaraan yang ada, tidak seimbang dengan kapasitas jalan yang tersedia. “Hampir semua kota di Indonesia seperti itu (macet),” ujar Sonny kepada Jabar Ekspres, Rabu, 21 Mei 2025.

Meski begitu, Sonny kurang setuju dengan upaya penambahan akses jalan. Misalnya, melalui pembanguan flyover maupun tol dalam kota sebagai alternaitf mengurai kemacetan itu. Sebab, keberadaan flyover yang sudah dibangun Pemkot Bandung dinilai kurang efektif sebagai solusi kemacetan. “Flyover itu kontribusinya sangat kecil, hanya nol koma sekian persen” sebutnya.

Walaupun ia menyadari, bahwa kemacetan di Bandung disebabkan oleh membeludaknya kendaraan yang tidak diimbangi dengan ketersediaan akses jalan. “Kalau berpikirnya seperti itu, maka solusinya pemkot harus memperbanyak bangun akses jalan tol dalam kota maupun flyover. Tapi seperti di Jakarta yang sudah banyak tol kota, tetap saja macet, termasuk di negara-negara maju pun begitu,” bebernya.

Baca Juga:Waw! Gaji Gubernur Jabar Capai Rp32 M, Ono Surono: Legislatif hanya Rp3,9 MPerubahan Belum Terasa Jelang 100 Hari Kerja Farhan-Erwin

Jadi kata Sonny, pemkot harus mulai mengubah sudut pandang mengenai solusi kemacetan di Bandung. Jangan sampai kata dia, pemkot memandang mengatasi kemacetan dengan cara pemindahan kendaraan. Upaya tersebut dinyakini Sonny, tidak akan berhasil.

“Kalau kita berpikir yang harus dipindah itu orang, maka bagaimana orang pindah dari satu titik ke titik lain dalam kota dengan mudah. Maka perpindahan orang yang dipikirkan bukan pemindahan kendaraan,” terangnya.

“Kalau pemkot masih berpikir memindahkan kendaraan, ya silahkan buat sebanyak-banyaknya jalan. Tapi apakah ada bukti kota yang banyak jalan tol-nya tidak macet? Hampir semua kota di dunia makin lama makin macet,” imbuhnya.

Sonny pun menyinggung buruknya sistem transportasi publik di Kota Bandung. Padahal kata dia, mode angkutan massal itu bisa menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan secara efektif. Asalkan dikelola dengan baik dan efisien.

“Transportasi publik itu guna memenuhi kebutuhan masyarakat, yang bisa mengantarkan masyarakat ke seluruh pelosok kota. Maka dari sisi jaringan, transportasi publik harus bisa memberikan layanan seperti itu. Juga harus memperbanyak jam pelayanan, kapasitas dan lain sebagainya,” kata Sonny.

0 Komentar