- Komstir Gampang Rusak dan Mahal Diganti
Komponen komstir jadi keluhan serius di kalangan pengguna. Selain mudah aus, proses penggantiannya cukup merepotkan karena harus membongkar bodi motor. Waktu servis bisa memakan waktu hingga 2 jam, dengan biaya penggantian mencapai Rp300.000. Tidak praktis dan cukup membebani konsumen.
Baca artikel lainnya: New Honda Vario 2025 160 CC, Makin Stylish dan Gahar di Jalan
- Bodi Rentan Retak dan Terbentur
Posisi engine mounting yang berada di atas serta ground clearance yang rendah membuat PCX rentan terbentur saat melewati polisi tidur atau jalan rusak. Banyak pengguna mengeluhkan bodi bawah motor yang mudah pecah jika terkena benturan keras.
Untuk mengatasi masalah ini, beberapa pemilik bahkan terpaksa membeli pelindung mesin tambahan, yang tentu menambah pengeluaran.
Baca Juga:Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2025 Resmi Dibuka, Simak Jadwal, Syarat, dan Cara DaftarnyaLink Tes Ujian Bucin Gamers Google Form DISINI Gratis, Tes Seberapa Tergila-gilanya Kamu Sama Game
- Tangki Mudah Berkarat dan Cat Kurang Premium
Keluhan lain yang banyak muncul adalah tangki bensin yang mudah berkarat. Masalah ini semakin diperparah dengan kualitas pernis dan cat bodi yang dianggap tipis, mudah baret, dan terlihat kurang mewah padahal ini motor premium.
Netizen bahkan menyindir bahwa “Honda butuh karat untuk viral,” karena masalah ini terus berulang di berbagai produk Honda lainnya.
- Bodi Besar, Kurang Lincah di Jalan Sempit
Motor matic kategori high biasanya memiliki bodi yang lebih besar dan berat. Hal ini membuatnya kurang lincah saat digunakan di jalan sempit atau macet. Bagi pengguna yang tinggal di daerah padat atau harus bermanuver di gang kecil, ini bisa menjadi kendala.
- Konsumsi Bahan Bakar Lebih Boros
Meski efisien untuk ukuran 160cc, konsumsi bahan bakar PCX dan Stylo tetap lebih boros dibandingkan Beat atau Scoopy. Untuk pengguna harian yang sering menempuh jarak jauh, pengeluaran untuk bahan bakar bisa menjadi beban tambahan.
- Harga Jual Kembali (Resale Value) Belum Stabil
Tidak seperti motor matic low yang sudah lama memiliki pasar bekas yang stabil, harga jual kembali motor matic high seperti Stylo belum bisa diprediksi dengan pasti. Hal ini bisa merugikan jika suatu saat ingin menjual kembali motor tersebut.
