JABAR EKSPRES – Rentetan bencana hidrometeorologi yang terjadi di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) bukan hanya dipicu oleh hujan deras.
Namun maraknya alih fungsi di Kawasan Bandung Utara (KBU) diduga kuat turut andil terhadap bencana alam seperti bencana tanah longsor dan banjir bandang yang menerjang dataran tinggi Lembang dengan ketinggian 959 mdpl tersebut.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB mencatat sedikitnya terdapat 20 titik bencana menerjang kawasan Lembang dalam satu pekan terakhir.
Baca Juga:Tanggulangi Banjir, Wakil Wali Kota Cimahi Ungkap Kebutuhan Dana BesarPilot Project Program Pemberdayaan Sosial Hingga Rehabilitasi Kecanduan Judol
Bencana hidrometeorologi di Lembang diawali banjir di Jalan Panorama serta longsor di Kampung Ciburial, Desa Cibogo pada Rabu (14/5/2025). Di hari yang sama longsor menerjang Kp. Cikole RT03/RW07, Kampung Pasir Handap RT02/RW14, Kampung Pagersari RT02/RW08, Kampung Pangragajian RT02/RW12 dan Kampung Gadog RT04/RW01 Desa Kayuambon.
Kemudian di Kampung Sukaampat RT03/RW01, Kampung Sukamukti RT 04/RW 09, Kp. Junghun RT03/RW18, Kampung Pasiripis RT01/RW 06, Kampung Bunisari RT04/RW06, Kampung Sukanagara RT08/RW09.
Satu hari berselang longsor terjadi di dua titik Kampung Tugulaksana. Lalu pada tanggal 16 Mei 2025, longsor terjadi di Kampung Pencut RT02/RW07, Kampung Gadog RT04/RW01, Kampung Junghun RT03/RW18, Kampung Areng RT01/RW11, Kqmpung Cihideung Gudang RT 04/RW 13, Kqmpung Andir RT01/ RW15 serta di Desa Lembang.
Untuk sementara, bencana hidrometeorologi di Lembang menyebabkan sebanyak 42 rumah terdampak dan 27 rumah terancam. Lalu sebanyak 42 Kartu Keluarga (KK) dengan 164 jiwa terdampak. Dari total korban terdampak, sebanyak 33 KK atau 112 jiwa terpaksa mengungsi. Sementara 27 KK atau 108 jiwa masih terancam bencana susulan.
“Catatan kita pekan ini ada 10 Desa yang diterjang bencana alam di Kecamatan Lembang. Mulai dari Desa Wangunsari, Lembang, Jayagiri, Pagerwangi, Kayuambon, Mekarwangi, Langensari, Gudang Kahuripan. Kemudian di atas itu Desa Cikole dan Cibogo, rata-rata longsor,” kata Kepala Pelaksana BPBD KBB, Meidi saat dikonfirmasi, Senin (19/5/2025).
Ia mengakui bahwa rentannya kontur tanah di Lembang disebabkan berkurangnya resapan air di kawasan tersebut. Karena melihat karakter bencana longsor rata-rata penyebabnya karena tanah labil diperparah dengan gerusan larian air yang semestinya tersalurkan ke saluran pembuangan.
