KH. Abdul Azis juga menyoroti pentingnya revitalisasi madrasah sebagai pusat pembangunan moral dan akhlak generasi muda, sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Ia mencontohkan keberadaan Mathla’ul Anwar di Rumpin yang sudah berdiri sejak 1930 sebagai bukti sejarah kontribusi organisasi dalam pendidikan nasional.
“Kami ingin mencetak generasi yang menguasai tiga bahasa, namun tantangannya masih besar. Kami butuh dukungan banyak pihak,” tutupnya.
Baca Juga:Bupati Bandung: Ponpes Tanpa Izin Akan Ditertibkan, Santri Korban Pelecehan Seksual dapat Trauma HealingDua Oknum Anggota Ormas Curi Kambing di Ciamis, Ternyata Satunya DPO!
Mathla’ul Anwar terus berkomitmen untuk membangun dari bawah, dari pelosok, demi masa depan bangsa yang lebih bermartabat.
