Kartu Berdaya Dialokasikan dari APBD

Wali Kota Banjar H Sudarsono saat diwawancara belum lama ini di Pendopo Kota Banjar. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
Wali Kota Banjar H Sudarsono saat diwawancara belum lama ini di Pendopo Kota Banjar. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar memastikan realisasi program Kartu Berdaya, yang mencakup empat segmentasi bantuan, akan dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun ini.

Program ini merupakan inisiatif unggulan Wali Kota Banjar H. Sudarsono dan Wakil Wali Kota Supriana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk bantuan modal Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) senilai Rp1 juta per penerima.

Wali Kota Sudarsono menegaskan, program Kartu Berdaya dirancang untuk menyasar warga yang belum terjangkau bantuan pemerintah sebelumnya.

Baca Juga:Viral! Seorang Pria lakukan Penganiayaan hingga Bakar Keset Sebuah Masjid di Coblong BandungWarga Binaan Lapas Sukamiskin Masak Makanan Bergizi untuk Anak Sekolah

“Kartu Berdaya menunggu pengesahan APBD, baik APBD murni maupun perubahan. Prioritasnya membantu masyarakat miskin dan rentan,” ujarnya pada Jumat (16/5/2025).

Ia menambahkan, realisasi program akan dimulai setelah proses verifikasi data penerima selesai.

Salah satu komponen utama Kartu Berdaya adalah Bantuan Usaha Mikro (BUMI) yang akan digulirkan Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja (KUKMP) Kota Banjar. Bantuan tunai Rp1 juta per UMKM ini ditargetkan untuk 325 pelaku usaha mikro yang lolos seleksi ketat.

“Ini bukan sekadar bantuan, tapi upaya sistematis menggerakkan ekonomi akar rumput,” tegas Kepala Bidang UMKM Kota Banjar, Ina Rosdinar, mewakili Kepala Dinas KUKMP Hj. Sri Sobariah.

Selain BUMI, Kartu Berdaya mencakup tiga fokus lain yakni bantuan pendidikan, dukungan sosial untuk yatim-piatu dan lansia, serta perlindungan bagi keluarga miskin ekstrem. Program ini dirancang untuk jangka panjang (lima tahun) guna memastikan dampak berkelanjutan.

“Kami validasi data berlapis agar bantuan tepat sasaran dan menjadi modal produktif,” jelas Ina.

Pemkot Banjar juga akan memantau penggunaan dana secara ketat untuk memastikan perluasan usaha dan penciptaan lapangan kerja. Selain bantuan tunai, program ini akan disertai pendampingan usaha guna mendorong transformasi ekonomi inklusif.

Baca Juga:Melihat Lost Tjihapit dari Dekat, Merawat Minat Baca di Tengah PasarDiduga Lakukan Pengrusakan, Polisi Ungkap Salah Satu Pelaku Anarkisme saat Aksi May Day 

“Kami optimis Kartu Berdaya menjadi katalisator kemandirian ekonomi warga, terutama kelompok rentan,” pungkas Ina. (CEP)

0 Komentar