Apa yang Membuat Batu Akik Merah Delima Jadi Rebutan Kolektor? Ini Jawabannya!

Batu Delima Incaran Kolektor ( Sumber Gambar: E-Commerce)
Batu Delima Incaran Kolektor ( Sumber Gambar: E-Commerce)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Batu Akik Merah Delima adalah salah satu jenis batu permata yang paling diburu oleh kolektor dan pecinta batu akik. Warnanya yang merah khas menyerupai buah delima membuatnya memiliki daya tarik tersendiri.

Selain dikenal sebagai mirah delima, batu ini juga disebut yaqut atau ruby, dan termasuk dalam kelompok mineral korundum. Yuk, kita bahas lebih dalam tentang batu akik merah delima ini!

Ciri-Ciri Batu Merah Delima Asli

Batu merah delima asli memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari batu imitasi. Berikut beberapa ciri-cirinya:

Baca Juga:17 Koin Kuno Unik Bernilai Tinggi dari Berbagai Negara yang Diburu Kolektor!10 Tanaman Hias Paling Hits di Tahun 2025

Ukuran Kecil: Batu merah delima asli umumnya berukuran kecil, seukuran biji delima. Jika menemukan batu yang berukuran besar, patut diwaspadai.

Warna Merah Gelap: Warna batu ini bisa bervariasi mulai dari merah muda hingga merah darah, kadang dengan semburat kecoklatan atau keunguan.

Kekerasan Tinggi: Batu merah delima memiliki tingkat kekerasan 9 pada skala Mohs, hanya kalah dari berlian. Hal ini membuatnya sangat tahan gores dan awet.

Kilau Seperti Kaca: Batu ini memiliki kilau vitreous, yang berkilau layaknya kaca. Kilau ini akan semakin jelas saat batu terkena cahaya.

Sistem Kristal Heksagonal: Batu merah delima memiliki struktur kristal berbentuk heksagonal yang unik.

Ruby Burma (Myanmar): Ruby dari Burma dianggap sebagai yang terbaik di dunia, terutama jenis Pigeon’s Blood Ruby yang berwarna merah darah terang dan sangat langka.

Ruby Thailand, Tanzania, dan India: Masing-masing memiliki karakteristik warna dan tingkat kejernihan yang berbeda.

Baca Juga:6 Faktor Utama yang Membuat Uang Kuno Indonesia Mahal5 Tempat Jual Beli Uang Kuno Terlengkap di Jawa Barat!

Star Ruby: Varian unik yang menampilkan efek bintang saat terkena cahaya. Efek ini disebabkan oleh inklusi mineral dalam batu.

0 Komentar