Kartu Berdaya Mulai Siuman, Bantuan Modal UMKM Rp1 Juta Segera Bergulir!

Kartu Perdaya, program yang digulirkan Wali Kota Banjar H Sudarsono dan Wakilnya Supriana untum bantuan empat segmen akan segera digulirkan sengan alokasi anggaran dari APBD Banjar. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
Kartu Perdaya, program yang digulirkan Wali Kota Banjar H Sudarsono dan Wakilnya Supriana untum bantuan empat segmen akan segera digulirkan sengan alokasi anggaran dari APBD Banjar. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Banjar bersiap meluncurkan program Bantuan Usaha Mikro (BUMI) senilai Rp1 juta per penerima sebagai bagian dari program Kartu Berdaya, inisiatif unggulan untuk mendongkrak pertumbuhan UMKM lokal. Program ini ditargetkan menyentuh 325 pelaku usaha mikro yang lolos seleksi ketat, dengan realisasi dimulai dalam waktu dekat.

Kepala Dinas KUKMP Kota Banjar Hj Sri Sobariah melalui Kepala Bidang UMKM Kota Banjar, Ina Rosdinar, BUMI dirancang sebagai stimulus modal kerja bagi usaha skala kecil yang kerap terkendala akses permodalan. “Ini bukan sekadar bantuan, tapi upaya sistematis menggerakkan ekonomi akar rumput,” tegas Ina, Kamis (15/5/2025).

Program ini menjadi wujud komitmen Wali Kota Banjar Sudarsono dan Wakil Wali Kota Supriana dalam merealisasikan janji politik Kartu Berdaya. Selain UMKM, kartu tersebut mencakup empat fokus yakni pendidikan, bantuan sosial untuk yatim-piatu dan lansia, serta perlindungan keluarga miskin ekstrem.

Baca Juga:Cimahi Jadikan Koperasi Merah Putih Motor Ekonomi LokalHujan Deras Guyur Lembang: Banjir Kepung 3 Titik, Tebing 25 Meter Longsor Timpa Warga

Proses verifikasi penerima akan dilakukan ketat untuk memastikan bantuan tepat sasaran. “Kami validasi secara berlapis agar dana benar-benar menjadi modal produktif,” tambah Ina.

Pemerintah juga akan memantau penggunaan dana agar berdampak maksimal pada perluasan usaha dan penciptaan lapangan kerja.

Kehadiran BUMI diharapkan menjadi katalisator kemandirian ekonomi masyarakat prasejahtera. “Kami optimis ini bisa membuka geliat ekonomi baru, terutama bagi kelompok rentan yang selama ini terpinggirkan,” ujar Ina.

Selain bantuan tunai, program ini akan diintegrasikan dengan pendampingan usaha untuk memastikan transformasi menuju ekonomi kerakyatan yang inklusif. Langkah ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Banjar membangun ketahanan ekonomi berbasis pemberdayaan masyarakat. (CEP)

0 Komentar