Mengapa Koin Kelapa Sawit Menjadi Mahal? Ini Penjelasan Lengkapnya

mengapa koin kelapa sawit mahal
Ilustrasi koin kelapa sawit (SUMBER FOTO: E-commerce)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sedang viral, koin Rp 1.000 bergambar kelapa sawit katanya memiliki harga selangit di berbagai jual beli. Banyak orang terkejut lantaran dulunya koin dipakai untuk transaksi sehari-hari, di tahun 90-an, jadi mengapa koin kelapa sawit jadi mahal?

Diketahui juga bahwa koin ikonik di tahun 90-an ini memiliki harga fantastis. Bahkan, harga koin ini bisa menyentuh puluhan hingga ratusan juta rupiah per keping.

Fenomena ini memunculkan banyak pertanyaan, terutama soal alasan di balik kenaikan harga koin tersebut. Berikut penjelasan lengkap mengapa koin kelapa sawit menjadi mahal.

Baca Juga:5 Rekomendasi Toko Offline Uang Kuno di Jawa BaratTrump Akan Cabut Sanksi Terhadap Suriah Usai Konsultasi dengan Erdogan dan Pangeran Saudi

Mengapa Koin Kelapa Sawit Jadi Mahal

1. Kelangkaan Setelah Penarikan dari Peredaran

Bank Indonesia merilis koin bergambar kelapa sawit dengan nominal Rp 1.000 pada tahun 1993. Namun, sejak 1 Desember 2023, Bank Indonesia secara resmi menarik koin ini dari peredaran.

Penarikan ini menyebabkan jumlah koin yang beredar di masyarakat menjadi sangat terbatas. Apalagi, banyak koin yang sudah rusak atau hilang dari sirkulasi.

Dalam hukum ekonomi, barang langka dengan permintaan tetap atau bahkan meningkat akan mengalami kenaikan harga. Itulah yang terjadi pada koin kelapa sawit saat ini.

2. Nilai Koleksi dan Sejarah

Faktor lainnya yaitu terletak pada nilai historis dan kolektibilitasnya. Para kolektor uang kuno dan pecinta barang antik sangat menghargai koin dengan latar belakang sejarah serta desain yang unik dan khas Indonesia.

Selain sebagai koleksi, pemakainan koin ini biasanya untuk mahar pernikahan atau hadiah. Hal ini menambah daya tarik tersendiri di kalangan tertentu yang mendorong permintaan tetap tinggi.

3. Kondisi Fisik yang Mempengaruhi Harga

Kondisi fisik koin memegang peran penting dalam menentukan harga jualnya. Koin yang masih mulus, bersih, dan tidak cacat, terutama yang belum pernah beredar (“uncirculated” atau “proof”), memiliki harga jual yang jauh lebih tinggi.

Bahkan, koin dengan kualitas seperti itu bisa mencapai harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah per keping, tergantung permintaan dan kelangkaan.

0 Komentar