Ekonomi Lesu, Wisata di Lembang Tak Lagi Diburu

Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC) Lembang, Bandung Barat. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC) Lembang, Bandung Barat. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Lesunya perekonomian, banjir pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga penurunan daya beli masyarakat berpengaruh terhadap sektor pariwisata di Lembang Kabupaten Bandung Barat terlebih saat libur panjang Waisak.

Selain perekonomian lesu, kondisi ini diperparah dengan larangan kegiatan karya wisata atau study tour karena rata-rata pengunjung objek wisata di Lembang mengandalkan rombongan pelajar dari sejumlah daerah.

Apalagi Bandung Barat saat ini masih mengandalkan sektor pariwisata tentu hal ini pun berpengaruh dengan kondisi tersebut.

Baca Juga:Asosiasi Furikake Jepang Kepincut Ingin Investasi di Jabar, Sekda: Sosialisasi Produk hingga Bangun PabrikGelombang PHK Semakin Melonjak di 2025, Seruan Boikot Jadi Pemicu?

“Kami berharap ini kondisi segera berakhir, artinya semua kembali normal dan bagaimana kita bisa terus tumbuh. Makanya kita butuh peran semua, bukan hanya pengusaha, stakeholder, pemerintah dan lainnya,” ujarnya.

Ditengah turunnya kunjungan wisatawan akibat faktor perekonomian yang masih belum stabil, Persatuan Hotel dan Restoran (PHRI) berupaya meningkatkan promosi dan kolaborasi untuk menarik lebih banyak pengunjung ke tempat-tempat wisata.

Diskon dan program promosi akan difokuskan bagi wisatawan luar daerah yang biasanya memiliki daya beli lebih tinggi. Langkah ini juga diharapkan menjadi pemantik untuk meningkatkan kunjungan di tengah lesunya situasi ekonomi dan mulai munculnya gejala penurunan omzet di sektor perhotelan dan restoran.

0 Komentar