Selain Jadi Biang Kerok Banjir, Perumahan Elit The Emeralda Resort Terlibat Konflik Lahan

Warga di 12 RW Kampung Gantungan, Desa Jayamekar, Padalarang, KBB blokade jalan masuk perumahan elit The Emeralda Resort. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
Warga di 12 RW Kampung Gantungan, Desa Jayamekar, Padalarang, KBB blokade jalan masuk perumahan elit The Emeralda Resort. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

“Saya punya tanah warisan bapak hasil beli dari tetangga. Sejak dulu sudah digarap dan dibayar pajaknya. Tapi tiba-tiba muncul kepemilikan dari pengembang dengan klaim sudah ada yang jual,” kata Dani Hamdani (40), salah seorang ahli waris asal Kampung Gunungbentang RT 03/14.

Menurutnya, lahan milik orang tuanya telah dipakai lokasi kebun palawija sejak tahun 1980. Lahan tersebut memiliki luas sekitar 1.400 meter persegi. Akibat kondisi itu, lahan milik Dani yang digadang-gadang bakal dijadikan akses jalan The EmeraldaResort tak lagi bisa digarap sebagai tanah produktif.

“Jadi ada dua bidang lagi yang belum dibayar. Milik saya warisan dari orang tua dan milik milik tetangga. Ini sama-sama gak ada kejelasan karena perusahaan klaim sudah punya bukti, padahal kami gak pernah jual,” tambahnya.

Baca Juga:Persib Bakal Layangkan Surat Protes Soal Kepemimpinan Wasit Kontra Barito PuteraNobar Persib di Polres Cimahi, Kapolres: Sukacita Bareng Bobotoh

Kepala Desa Jayamekar Siti Khoeriah membenarkan adanya konflik lahan antara warga dan pengembang perumahan. Meski begitu, lahan yang dipersengketakan belum dipakai untuk pembangunan infrastruktur karena sengketa masih berjalan. Menurutnya, sengketa lahan itu melibatkan dua orang pemilik warga atas nama Kardi dan Aceng dengan total 2.800 meter.

“Memang ada permasalahan beberapa orang warga yang memang dulu punya lahan tanah sekitar 200 tumbak. Nah mungkin data penjualan ini dipermasalahkan karena yang dijual hanya sebagian. Kami desa sudah beberapa kali memediasi antar dua pihak tapi belum terjalin kesepakatan,” jelas dia. (Wit)

Laman:

1 2 3
0 Komentar