“Kami menganalisis gen yang terekspresi pada gen-gen betina tetapi tidak terekspresi pada gen-gen jantan. Setelah dianalisis secara bioinformatik, 814 gen terekspresi pada betina dan tidak terekspresi pada jantan. Dari 814 gen ini akan diseleksi lebih lanjut. Setelah beberapa proses eliminasi, diperoleh 9 kandidat dan 1 yang akan dipelajari lebih lanjut. Lalu setelah proses panjang, diperoleh W chromosome gene marker,” jelasnya.
Di akhir sesi, Gazali memaparkan, dengan teknik molekuler, penelitian ini dapat berkontribusi pada dua temuan, yakni aktivitas gen yang berkaitan dengan autofagi dan apoptosis lebih banyak pada sayap betina; dan penemuan W chromosome marker gene sebagai penanda jenis kelamin yang spesifik pada seluruh tingkatan hidup N. lefuarius, yang mewakili serangga betina tak bersayap.
Sementara itu, Koordinator mata kuliah BI7000 Kapita SITH ITB, Eka Mulya Alamsyah Shut Magr PhD mengatakan, kuliah tamu ini diikuti oleh seluruh peserta mata kuliah BI7000 Kapita SITH.
Baca Juga:Ukir Prestasi! SMAN 1 Ngamprah Incar Juara Kompetisi Rakit RobotBursa Kerja UTama Serap Pencaker Penyandang Disabilitas
Eka mengatakan, kuliah tersebut bertujuan memberikan wawasan baik bagi mahasiswa Doktor Biologi maupun mahasiswa SITH ITB pada umumnya.
“Tujuannya untuk memberikan wawasan dan pengayaan ilmu pengetahuan bidang ilmu dan teknologi hayati kepada mahasiswa program S3 Biologi khususnya dan mahasiswa SITH ITB pada umumnya,” pungkas Eka. (bbs)
