Dampak Buruk MBG, Pedagang Kantin Sekolah Menjerit

Dua siswa di SD Negeri 3 Balokang Kota Banjar jajan di kanin sekolah yang dikelola Erni Jumat (2/5/2025). Erni mengaku pendapatannya menurun drastis setelah program MBG diluncurkan. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
Dua siswa di SD Negeri 3 Balokang Kota Banjar jajan di kanin sekolah yang dikelola Erni Jumat (2/5/2025). Erni mengaku pendapatannya menurun drastis setelah program MBG diluncurkan. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bu Erni sapaan akrab penjual jajanan di kantin SD Negeri 3 Balokang, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, mengeluhkan penurunan drastis pendapatannya sejak diluncurkannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh pemerintah. Pendapatan hariannya yang sebelumnya mencapai Rp150 ribu kini merosot hingga hanya Rp50 ribu per hari.

Program MBG yang bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi siswa, menurut Erni membuat anak-anak tidak lagi membeli jajanan di kantin sekolah.

“Dulu siswa ramai beli makanan ringan dan es minuman. Sekarang, sejak ada program ini, dagangan saya sepi,” ujarnya, Jumat (2/5/2025).

Baca Juga:Siswa Bandel Akan Digembleng di Barak Militer, Bandung Barat Terapkan Program Bela NegaraEfisiensi Anggaran 2025, Rp59,8 Miliar Dialihkan ke Sektor Prioritas di Kabupaten Bandung

Erni yang telah mengelola kantin sekolah sejak 2016, mengaku khawatir dengan masa depan keluarganya.

Pasalnya, penghasilan dari berjualan selama ini menjadi tulang punggung utama rumah tangganya. Suaminya, yang bekerja serabutan sebagai tukang servis ponsel di konter milik orang lain, hanya memperoleh pendapatan tidak tetap.

“Saya berharap pemerintah bisa memberikan perhatian atau bantuan modal usaha agar saya bisa membuka peluang bisnis baru. Saat ini, saya kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tutur Erni dengan nada prihatin.

Program MBG sendiri digulirkan sebagai upaya meningkatkan gizi siswa sekolah dasar.

Namun, dampaknya terhadap pedagang kecil seperti Erni menjadi permasalahan.

Pemerintah harus memiliki solusi bagi pedagang yang terdampak, agar kesejahteraan masyarakat tetap terjaga. (CEP)

0 Komentar