Faktor utama penyebab kurang lakunya mobil ini adalah harga yang terlalu tinggi. Saat pertama kali diluncurkan, varian standar mobil ini dibanderol dengan harga Rp352,5 juta, sedangkan varian tertingginya mencapai Rp382,5 juta. Artinya, harga mobil ini hampir menyentuh angka Rp400 juta pada saat peluncuran.
Dengan harga setinggi itu, banyak konsumen justru memilih merek lain di kelas yang sama. Meskipun City Hatchback menawarkan desain sporty dan fitur yang menarik, banyak yang menilai mobil ini terlalu mahal (overpriced). Sebab, pada rentang harga tersebut, konsumen umumnya mencari mobil dengan fitur atau desain yang lebih mewah, bukan hanya sekadar sporty.
Selain itu, meskipun interiornya terlihat modern, banyak pengguna merasa bahwa kualitas material interiornya masih tergolong standar. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa konsumen membandingkan mobil ini dengan Toyota Yaris, khususnya varian Yaris GR Sport (sering dijuluki “Yaris Joker”).
Baca Juga:4 Penyebab Utama SDM Indonesia Rendah dan Tidak Kunjung Maju hingga Sekarang7 Rekomendasi Tumbler Premium Terbaik 2025 Harga di Bawah Rp1 Juta
Sebagai perbandingan, pada tahun 2021, Toyota Yaris dijual dengan harga sekitar Rp248 juta untuk varian standar dan Rp284 juta untuk varian tertinggi. Dengan perbedaan harga yang cukup signifikan, konsumen merasa bahwa interior City Hatchback tidak menawarkan keunggulan yang cukup berarti untuk menjustifikasi harga lebih mahalnya.
Di luar masalah harga dan fitur, City Hatchback juga kesulitan menggantikan posisi Honda Jazz di hati masyarakat Indonesia. Seperti disebutkan sebelumnya, Honda City pada dasarnya lahir sebagai sedan. Sementara itu, Honda Jazz sejak pertama kali diluncurkan di awal tahun 2000-an memang dirancang sebagai hatchback. Kala itu, Jazz sangat populer di kalangan anak muda, sehingga membentuk basis penggemar (fanbase) yang sangat kuat.
Banyak penggemar setia Honda—khususnya penggemar Honda Jazz—masih belum bisa menerima Honda City Hatchback sebagai pengganti yang sepadan. Bagi mereka, Honda City tetap identik sebagai sedan, bukan hatchback.
Ditambah lagi, beredar isu di kalangan masyarakat bahwa City Hatchback kemungkinan tidak akan lagi dipasarkan di Indonesia, sehingga dikhawatirkan akan menyulitkan dalam hal ketersediaan suku cadang (spare part) di masa depan. Kabar ini tentu semakin membuat konsumen ragu untuk memilih mobil ini.
