Reaktivasi Jalur Kereta Api Jabar Butuh Proses Panjang?

Rumah warga yang berada di Jalur KA Bandung- Ciwidey di Kampung Ciluncat, Desa Ciluncat, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung. Foto Agi / Jabar Ekspres
Rumah warga yang berada di Jalur KA Bandung- Ciwidey di Kampung Ciluncat, Desa Ciluncat, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung. Foto Agi / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mewacanakan untuk mengaktivkan kembali sejumlah jalur kereta api. Namun eksekusinya masih butuh proses panjang, termasuk menentukan jalur mana yang bakal dieksekusi terlebih dahulu.

Sekda Jabar Herman Suryatman mengungkapkan, wacana itu baru dilakukan pembahasan tingkat pertama dengan Kementerian Perhubungan ataupun PT KAI. Sehingga butuh pembahasan lebih lanjut.

“Harus ada pembahasan lagi, termasuk pemetaan situasi di lapangan,” terangnya, Rabu (23/4/2025).

Baca Juga:Eks Dirut Pertamina Diperiksa Kejagung Terkait Kasus Minyak Mentah!DP3AKB2KP Soroti Gepeng Anak dan Perempuan di Cimahi : Banyak yang Balik Lagi ke Jalan

Atas dasar itulah, Herman masih belum bisa menjelaskan untuk jalur mana yang bakal lebih dulu direaktivasi. “Jadi perlu kajian cermat, baru diputuskan mana yang didahulukan,” ucapnya.

Wacana reaktivasi jalur kereta api yang telah lama mati itu diungkapkan sekitar pekan lalu, saat Gubernur Dedi Mulyadi bertemu dengan Kementerian Perhubungan dan PT KAI.

Jalur yang akan direaktivasi itu di antaranya, Bandung-Pangandaran, Garut-Cikajang, Bogor-Sukabumi-Cianjur, Bandung-Ciwidey, Padalarang-Cipatat, Banjar-Cijulang, dan Rancaekek-Tanjungsari.(son)

0 Komentar