Pemerintah Imbau Masyarakat Segera Migrasi ke eSIM, ini Alasannya

Pemerintah Imbau Masyarakat Segera Migrasi ke eSIM, ini Alasannya
Pemerintah Imbau Masyarakat Segera Migrasi ke eSIM, ini Alasannya
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, lagi-lagi mengingatkan masyarakat Indonesia untuk mulai beralih dari kartu SIM model lama yang bentuknya fisik ke teknologi baru eSIM alias Embedded Subscriber Identity Module.

Menurut Meutya, perubahan ke eSIM ini merupakan bagian dari transformasi digital besar-besaran yang sedang terjadi di seluruh dunia.

Tujuannya? Tentu saja untuk memastikan keamanan dan efisiensi yang lebih baik dalam penggunaan layanan telekomunikasi.

Baca Juga:Segera Aktivasi MFA ASN Digital BKN, Begini CaranyaTupperware Resmi Tutup Lapak Setelah 33 Tahun di Indonesia

“Buat  yang sudah pakai perangkat yang mendukung eSIM, yuk segera pindah. Ini demi keamanan data pribadi dan biar nggak jadi korban penyalahgunaan identitas,” ujar Meutya, Jumat (11/4/2025), seperti dilansir dari situs resmi Komdigi.

Buat kamu yang belum tahu, salah satu keunggulan utama dari eSIM adalah kemampuannya untuk memberikan lapisan perlindungan ganda.

Hal ini karena sistemnya sudah terintegrasi dengan pendaftaran biometrik.

Jadi, risiko kejahatan digital seperti phishing, spam, sampai perjudian online bisa ditekan lebih maksimal.

Menkomdigi juga menyoroti pentingnya keterlibatan operator seluler dalam mengedukasi masyarakat.

Jadi, kampanye migrasi ke eSIM ini nggak cuma tanggung jawab pemerintah, tapi juga tugas para penyedia layanan komunikasi sebagai bagian dari Gerakan Nasional Kebersihan Data Digital.

Dengan populasi yang mencapai 280 juta jiwa dan jumlah nomor seluler aktif lebih dari 350 juta, Indonesia sedang menghadapi tantangan besar dalam mengelola data pelanggan yang sangat masif.

Maka dari itu, Menkomdigi berkomitmen untuk melakukan “bersih-bersih” data seluler yang bermasalah.

“Migrasi ke eSIM dan pembaruan data pelanggan ini adalah pondasi penting menuju ekosistem digital Indonesia yang aman, sehat, dan terpercaya,” tambah Meutya.

0 Komentar