Ketika tidak ada batasan atau kontrol yang jelas dari keluarga atau masyarakat, mereka mungkin merasa bebas untuk melakukan tindakan pelecehan seksual tanpa takut akan konsekuensi.
“Kalau ditanya penyakit atau bukan harus tau apakah ini berulang atau tidak. Tapi diliat dari kasus sih kayanya pelaku udh sering melakukan pelecehan jadi ya bisa disebutkan ini penyakit,” paparnya.
“Diperlukan pemeriksaan psikologis lebih lanjut untuk menegakkan diagnosa. Bantuan profesional dari psikolog dan psikiater untuk menangani kasus tersebut,” pungkasnya. (Dam)
