Libur Lebaran 2025: Wisatawan Bergeser ke Pangalengan, Kunjungan ke Ciwidey Alami Penurunan

Wisatawan berfoto di wahana kebun teh Nimo Skybridge di objek wisata Nimo Highland, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jum'at (4/4). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Wisatawan berfoto di wahana kebun teh Nimo Skybridge di objek wisata Nimo Highland, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jum'at (4/4). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES  – Kawasan wisata di Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali (Pacira), Kabupaten Bandung, mengalami penurunan jumlah kunjungan wisatawan selama masa libur Lebaran Idul Fitri 2025.

Salah satu destinasi unggulan, Glamping Lake Side Situ Patenggang, mencatat penurunan hingga 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pengelola Glamping Lake Side, Marcel, menyebutkan bahwa penurunan terjadi baik pada jumlah pengunjung harian maupun pada pemesanan penginapan.

Baca Juga:BMKG Catat 4 Guncangan Susulan di Bogor, Dipicu Aktivitas Sesar CitarikTim Gabungan Gencar Sweeping Parkir Liar di Toko Modern

“Ada penurunan sekitar 30 persen dari tahun lalu. Baik itu pengunjung yang hanya datang ke objek wisata saja, maupun yang booking penginapan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (11/4/2025).

Marcel merinci bahwa pada puncak kunjungan tahun lalu, tempat wisatanya bisa dikunjungi oleh 4.000 hingga 5.000 orang per hari. Namun tahun ini, puncak kunjungan hanya berada di kisaran 2.500 hingga 3.000 orang.

“Perbandingannya sih saat kemarin puncaknya pada Kamis atau H+3 Lebaran itu kunjungan antara 2.500 hingga 3.000 orang. Sedangkan tahun lalu bisa sampai 5.000,” jelasnya.

Ia menduga penyebab utama penurunan ini adalah karena daya beli masyarakat yang menurun, serta pengaruh cuaca buruk yang terjadi sejak sebelum Lebaran.

Ditambah banyak masyarakat yang menyimpang uangnya (spend money) dibandingkan dengan membelanjakannya.

“Selain itu, kalau untuk di tempat kami penurunan ini juga ada pengaruh dari hujan deras yang terus turun sejak sebelum lebaran. Terus juga ditambah adanya libur yang panjang jadi masyarakat menyebar ke berbagai destinasi wisata, termasuk mencoba tempat-tempat baru,” ucapnya.

Marcel pun berharap agar pemerintah terus memperhatikan kondisi ekonomi dalam negeri serta pelaku UMKM yang menjadi bagian penting dalam ekosistem pariwisata.

Baca Juga:Program Cimahi Peduli Ibu, Wali Kota Ngatiyana Sisihkan Gaji untuk Bantu LansiaPolisi Grebek Kios Penjual Obat Keras Terlarang di Tamansari Bandung, Ternyata Berkedok Toko Aksesoris Handphone

“Pemerintah harus bisa memperbaiki kondisi ekonomi khususnya pariwisata dalam negeri agar tetap tumbuh. Terus harus juga bisa menjaga para pelaku UMKM-nya. Karena mereka sudah terbukti tangguh dalam segala kondisi,” tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung, Vena Andriawan, membenarkan bahwa sejumlah objek wisata di wilayah Pacira mengalami penurunan kunjungan.

0 Komentar