Menurut Panji, para korban untuk sementara mengungsi ke rumah keluarga mereka, sehingga belum ada kebutuhan untuk mendirikan tenda atau posko darurat.
“Belum ada kebutuhan untuk mendirikan tenda karena para korban masih bisa ditampung oleh keluarga mereka,” katanya.
Sementara itu, Ketua RT 04, Nurhendi, menjelaskan sebelum kejadian, beberapa rumah warga sudah menunjukkan tanda-tanda retakan.
Baca Juga:Empat Kades di Kabupaten Bogor Diperiksa Tim Saber Pungli, Diduga Minta THR ke Perusahaan! Volume Kendaraan di Jalur Nagreg Masih Padat, Polisi Lakukan 10 Kali One Way Sepenggal
Dua rumah yang mengalami kerusakan terparah adalah milik Cepi dan Hendra.
“Yang paling terdampak adalah rumah Pak Cepi dan Pak Hendra. Saat ini, bantuan sudah mulai disalurkan, seperti bantuan air bersih dari BPBD Kota Cimahi, serta bantuan dari dinas terkait lainnya,” tutup Nurhendi. (Mong)
