Kantor AKQA Ambon di Gruduk Puluhan Member, Pertanyakan Pencairan

Puluhan orang yang mendatangai kantor aplikasi AKQA cabang Ambon.
Puluhan orang yang mendatangai kantor aplikasi AKQA cabang Ambon.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kabar tentang Aplikasi AKQA yang sudah scam sejak 4 April 2025 lalu, sepertinya belum banyak di ketahui para membernya. Hal ini yang memicu puluhan member mendatangi kantor AKQA Cabang Ambon pada Minggu (6/4) malam.

Dalam video yang dibagikan akun Facebook bernama @Frans Betaubun menunjukkan seorang perempuan yang diduga sebagai leader aplikasi AKQA Ambon sedang berhadapan dengan puluhan orang yang diduga sebagai member aplikasi tersebut.

Kedatangan para member tersebut diduga kuat untuk mempertanyakan kondisi terkini dari aplikasi yang sudah tidak bisa melakukan penarikan tersebut.

Baca Juga:Satu KLIK, Langsung Cair Saldo DANA Gratis Hingga Rp250 Ribu, Coba di SiniCara Melaporkan Penipuan Aplikasi Investasi Bodong Seperti AKQA dan WPONE

Diduga kuat para member sudah menginvestasikan hartanya ke aplikasi ini, dengan harapan bisa mendapatkan keuntungan besar dari gajian yang dijanjikan aplikasi.

Namun kenyataannya, saldo di aplikasi sudah tidak bisa ditarik lagi dengan berbagai alasan.

Situasi terakhir menyebutkan bahwa aplikasi mengklaim kendala penarikan terjadi karena dana para member sedang dibekukan oleh pihak Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan Indonesia (PPATK).

Pembekuan tersebut terjadi karena PPATK menemukan ada banyak permintaan penarikan gaji yang berasal dari akun tidak dikenal. Para member yang ingin bisa WD diarahkan untuk membayar sejumlah deposit sebagai verifikasi akun.

Hal ini diduga hanya sebagai alasan dari aplikasi agar tidak diserbu oleh membernya karena tidak bisa melakukan penarikan. Namun lucunya, pihak aplikasi mencatut nama PPATK untuk meredam amarah para membernya.

Kini para member sedang berupaya melaporkan dalang dari penipuan aplikasi investasi AKQA ini ke Polisi.

Mereka mencari tahu prosedur pelaporan untuk menangkap para leader, mentor maupun adminnya untuk dimintai pertanggung jawaban.

 

0 Komentar