Investor Ogah Investasi di Jabar, Dedi Mulyadi Sebut Ini Penyebabnya!

Ilustrasi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Dok. Jabar Ekspres)
Ilustrasi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Dok. Jabar Ekspres)
0 Komentar

Menurutnya, proyek pabrik yang masih terkendala pembebasan lahan itu mampu menyerap 16-28 ribu tenaga kerja.

Dedi menyoroti adanya praktik percaloan yang menyebabkan proses ini berjalan lambat dan berpotensi merugikan investor maupun masyarakat. “Saya langsung turun tangan. Ini penting karena proyek BYD ini bisa membuka belasan ribu lapangan kerja,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia memastikan akan menyelesaikan masalah percaloan yang membuat terhambat pembangunan pabrik tersebut. “Saya akan tuntaskan urusan tanah yang tersangkut calo-calo itu. Bulan April ini selesai,” tegas Dedi.

Baca Juga:Pemudik Libur Lebaran Meningkat, Pedagang Stasiun Kircon Minim Omset?Minta Maaf Soal Liburan ke Jepang, Lucky Hakim Terancam Diberhentikan? 

Mantan Bupati Purwakarta itu juga menekankan pentingnya penyederhanaan perizinan untuk menarik minat investor. Menurutnya, tak boleh ada proses berbelit jika ingin pembangunan di Jawa Barat melaju cepat.

Langkah Dedi pasca-Lebaran ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah provinsi serius menciptakan iklim investasi yang kondusif. Jika janji ini terealisasi, Subang bisa menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.

0 Komentar