Demo Tolak UU TNI di Cimahi Berujung Vandalisme dan Perusakan, Wali Kota Minta Intelijen Usut Pelaku

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana saat Melihat Pagar Gedung DPRD yang Rusak dan Penuh Vandalisme. (Mong / Jabar Ekspres)
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana saat Melihat Pagar Gedung DPRD yang Rusak dan Penuh Vandalisme. (Mong / Jabar Ekspres)
0 Komentar

“Silakan menyampaikan aspirasi, karena negara kita adalah negara demokrasi. Tapi harus dilakukan dengan damai, tenang, dan aman,” tegasnya.

DPRD, kata Wahyu, selalu membuka pintu bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi. Ia juga menyebut akan berdiskusi dengan pimpinan DPRD lainnya untuk menanggapi pernyataan Wali Kota Cimahi terkait kasus ini.

“Kami akan mendiskusikan ini dengan pimpinan DPRD lain. Apakah pernyataan Pak Wali Kota akan kami tindaklanjuti, tentu akan diputuskan secara kolektif dan kolegial,” jelasnya.

Baca Juga:Pemudik dan Wisatawan Wajib Tahu, Ini yang Harus Dilakukan Sebelum Lakukan Perjalanan di hari H Lebaran 2025!Pemalang Berduka: Pohon Tumbang Timpa Jemaah Salat Id, 2 Meninggal

Terkait perbaikan fasilitas yang dirusak, Wahyu mengungkapkan bahwa bekas coretan dan tanda-tanda pembakaran sudah ditutupi dengan cat, namun perbaikan lebih lanjut masih dalam pemantauan.

“Kemarin kami sudah menerima laporan dari Sekwan bahwa coretan dan bekas terbakar sudah dicat kembali. Tapi apakah kerusakan sudah diperbaiki sepenuhnya atau belum, itu masih akan kami pantau lebih lanjut,” tambahnya.

Ke depan, Wahyu berharap gerbang DPRD tetap menjadi simbol keterbukaan bagi masyarakat.

“Kami ingin masyarakat bisa masuk dengan leluasa lewat pintu depan, apalagi nanti ada aturan khusus terkait lalu lintas di depan alun-alun yang akan membuat area ini lebih ramah bagi pejalan kaki,” pungkasnya. (Mong)

0 Komentar