JABAR EKSPRES– 15 armada bus dalam program mudik gratis Pemerintah Kota Cimahi diberangkatkan pada Sabtu (29/3/25). Pemberangkatan ini dilepas langsung oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, dan Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira, di selasar Aula B Pemkot Cimahi.
Pantauan di lokasi sejak pukul 07.00 WIB, ratusan warga peserta mudik gratis telah memadati area selasar Pemkot Cimahi. Suasana haru terasa saat mereka berpamitan dengan keluarga yang mengantarkan mereka menuju kampung halaman di Jawa Tengah.
Ngatiyana mengungkapkan, lebih dari 50 persen warga Kota Cimahi melakukan mudik, dan sebagian besar tujuan mereka adalah ke wilayah Jawa.
Baca Juga:Masuk Puncak Arus Mudik 2025, Jalur Arteri Padalarang Alami KepadataninDrive Berikan Bantuan Hari Raya (BHR) bagi Pengemudi
Oleh karena itu, ia menegaskan agar pemudik tidak membawa sanak keluarga kembali ke Cimahi setelah lebaran.
“Saya sudah sampaikan, bagi para pemudik tidak boleh membawa sanak keluarga, karena Cimahi sudah padat. Sudah tidak usah bawa keluarga lagi, sudah cukup,” ujar Ngatiyana kepada awak media.
Terkait dengan rencana arus balik, Ngatiyana menyatakan bahwa tahun ini pemerintah tidak menyediakan fasilitas tersebut. Alasannya, setiap warga memiliki durasi libur yang berbeda.
“Tidak semua libur di Jawa dalam waktu yang sama. Tapi insyaallah kalau tahun depan dan warganya ingin pulang bareng-bareng, kita akan siapkan juga,” jelasnya.
Dari total kuota 750 pemudik yang disediakan, hanya 585 orang yang berangkat dengan 15 bus.
Hal ini karena sebagian warga telah lebih dulu berangkat melalui program mudik gratis yang diselenggarakan Kodiklat TNI AD di Bandung, yang juga mencakup warga Cimahi.
“Sebanyak 22 bus diberangkatkan dari Kodiklat Bandung, lalu ada dua bus lagi yang berangkat secara individu atau internal dari Kelurahan Utama. Jadi sebagian warga sudah ikut ke sana, dan semuanya tercukupi. Hari ini, sebanyak 585 orang yang berangkat,” ujar Ngatiyana.
Baca Juga:Berikan Kemudahan Kenyamanan Layanan Pemudik dan Wisatawan Ramadan Idulfitri 2025, Telkomsel Hadirkan GraPARI Cipanas dan GraPARI SindangbarangKerahkan Truk Edukasi ke 50 Masjid di DKI Jakarta dan Jawa Barat, Upaya AQUA dan DMI untuk Jaga Kebutuhan Hidrasi Jemaah
Ngatiyana memastikan, seluruh armada bus yang digunakan dalam program ini telah melalui uji kelayakan (ram check) oleh Dinas Perhubungan Cimahi.
Selain itu, pemeriksaan kesehatan pengemudi juga telah dilakukan, termasuk tes urine oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), guna memastikan tidak ada yang terindikasi menggunakan narkoba.
“Semua sudah fit untuk pemberangkatan,” tegasnya.
