Warga Sukahaji Melawan: Sengketa Lahan, Intimidasi, dan Absennya Negara

Warga Sukahaji Melawan: Sengketa Lahan, Intimidasi, dan Absennya Negara
Sejumlah warga Sukahaji berkumpul dan berdiskusi dengan warga Dago Elos di Posko Forum Sukahaji Melawan di Gang Satata Sariksa, Sukahaji, Babakan Ciparay, Kota Bandung, Rabu (19/3). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Menurut Yayu, sebelum kebakaran, sudah ada warga yang menerima uang kerahiman, tapi ada juga yang bertahan.

“Jadi 2010 itu sudah diberi surat dan diberi uang kerahiman. Banyak yang dibongkar waktu itu. Cuman yang belum ambil itu segelintir warga. Termasuk bapak saya. Tapi sudah beres. Terjadi sekitar 2013, pengacara datang ke rumah-rumah. Warga sudah mengerti dan dilawan. Mental,” ujarnya.

Ketika kebakaran terjadi, warga masih mengungsi di tenda, tetapi sudah didatangi surat penggusuran. Hampir satu bulan lebih mereka tinggal di dalam tenda. “Kita didiemin pemerintah di tenda. Eh, baru tiga hari dikasih surat penggusuran warga itu,” kata Yayu.

Baca Juga:H-5 Lebaran 2025, Arus Mudik di Nagreg Bandung Mulai Ramai, 48 Ribu Kendaraan MelintasSamsat Soreang Tingkatkan Fasilitas Pelayanan untuk Disabilitas, Ibu Hamil, dan Lansia

Warga lantas meminta izin ke kelurahan untuk kembali ke lahan, tetapi ditolak. “Kalau diem di tenda terus banyak penyakit. Jadi kita minta izin ke kelurahan sampai ngamuk karena jadi tontonan warga,” ujarnya.

Akhirnya, warga berinisiatif membangun tenda sendiri dengan biaya patungan. Terlebih saat mereka coba kembali ke rumah, sudah ada personel yang menghadang.

“Kalau kita mau pulang dan memperbaiki rumah katanya 21 hari. Lalu 22 hari baru kita masuk dan bersih-bersih. Malah datang polisi. Katanya hasil kebakaran belum turun, padahal ini sudah sebulan lebih. Akhirnya kita berkumpul bersama lagi,” ujar Yayu.

Warga mencoba mencari bukti legalitas tanah mereka, tetapi tidak mendapat kejelasan. “Kita pernah minta surat letter C ke kelurahan sampai ke BPN tapi tidak ditunjukkin. Ini lahan garapan harusnya bisa kami tempati. Karena bertahun-tahun. Mentok di sistem. Kami nasibnya bagaimana?” kata Yayu.

*Solidaritas Dago Elos dan Melawan Bersama-sama*

Dukungan untuk warga Sukahaji datang dari berbagai pihak, termasuk Forum Dago Melawan, yang juga menghadapi kasus serupa. Masalah sengketa tanah.

“Alhamdulillah kita bisa bertemu di sini. Ini kondisi dimana warga Dago Elos dari 2016 masih berjuang, dan sekarang saudara di Sukahaji mengalami hal serupa. Kita memberanikan diri untuk bersilaturahmi. Nasib mereka sama seperti kita,” kata Angga, Koordinator Forum Dago Melawan.

Ia menegaskan bahwa perjuangan mereka adalah mempertahankan ruang hidup. “Itu adalah risiko ketika kita mau ke Sukahaji. Apakah kita takut? Tidak. Lawan sabubukna. Itu yang kita bawa tentang bagaimana kita bergerak. Itu contoh nyata,” ujarnya.

0 Komentar