JABAR EKSPRES – Sepeda motor menduduki peringkat tertinggi sebagai kendaraan pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik Lebaran 2025. Pengamat Transportasi sekaligus Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno mengatakan, hal tersebut berdasarkan hasil riset pengumpulan pendapat yang dilakukan Litbang Kompas, periode 4 sampai 7 Maret 2025.
“Pilihan kendaraan perjalanan mudik lebaran 2025 terbanyak adalah sepeda motor sebesar 42,5 persen. Lalu, jumlah orang yang ikut dalam perjalanan mudik dengan sepeda motor sendirian sebanyak 17,1 persen,” katanya kepada Jabar Ekspres, Rabu (26/3).
“Perjalanan dua orang sebanyak 27,6 persen, lalu perjalanan tiga orang sebanyak 22,4 persen, kemudian perjalanan oleh empat orang 25 persen dan 5 orang di 7,9 persen,” lanjut Djoko.
Baca Juga:Hadapi Libur Lebaran 2025, Pemkot Bandung Siap Luncurkan Satgas Pemberantasan PremanismeAntusiasme Tinggi, Antrean Wajib Pajak di Kantor Samsat Bandung Barat Membludak
“Sayangnya, belum nampak kebijakan yang nyata, sehingga korban kecelakaan pemudik sepeda motor diperkirakan pasti terjadi dan mendominasi,” ujarnya.
Djoko memaparkan, sejak 2023 lalu, pemudik sepeda motor yang akan menyeberang ke Pulau Sumatera dialihkan ke Pelabuhan Ciwandan (Cilegon).
Pemudik lebih banyak memilih waktu malam hari untuk menyeberang. Hal ini, dikarenakan alasan keamanan di sepanjang perjalanan di Provinsi Lampung.
Mudik Motor Gratis
Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata itu menyampaikan, sejak 2014 lalu, mudik motor gratis dipelopori menggunakan kereta api. Kemudian tahun berikutnya ditambah menggunakan truk.
“Mudik Lebaran tahun 2025 ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengalokasikan 10 unit truk untuk mudik, lima truk keberangkatan dan lima truk baliknya, guna mengangkut 300 sepeda motor,” ungkap Djoko.
