Efisiensi Anggaran di Jabar Masih Dinamis, Sekda Sebut Ini Alasannya!

Ilustrasi: Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, bersama Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Bandung, I Made Bagus Gerametta saat ditemui di Soreang, Senin (18/11). Foto Agi / Jabar Ekspres
Ilustrasi: Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, bersama Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Bandung, I Made Bagus Gerametta saat ditemui di Soreang, Senin (18/11). Foto Agi / Jabar Ekspres
0 Komentar

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak akan mengorbankan pelayanan publik. Ia hanya memangkas kegiatan yang dianggap tidak produktif, seperti perjalanan ke luar negeri, studi banding, dan seminar-seminar.

Nantinya, alokasi hasil efisiensi itu, untuk pembangunan infrastruktur jalan, ruang kelas baru, sekolah baru, puskesmas rawat inap, rumah rakyat miskin, jaringan listrik untuk masyarakat, jaringan air bersih, beasiswa dan lainnya.

Diketahui, setelah bencana besar di Kabupaten Bogor, Bekasi dan Karawang, pada 15 Maret 2025, Jawa Barat dikepung bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah.

Baca Juga:Bukan Hanya Kewajiban, Ini Lima Hikmah Puasa Ramadan!Akibat Larangan Study Tour, Pengusaha Bus Keluhkan Turunnya Pendapatan

Tercatat bencana banjir, tanah longsor, sampai angin kencang melanda Bogor, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon yang menyebabkan ribuan rumah terendam banjir atau mengalami kerusakan dengan hampir 7.000 jiwa terdampak.

0 Komentar