Akibat Larangan Study Tour, Pengusaha Bus Keluhkan Turunnya Pendapatan

Salah satu perusahan PO Bus yang terdampak akibat adanya kebijakan larangan atau pembatasan study tour, PT Sahabat Prima Abadi di Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung. Foto Agi / Jabar Ekspres
Salah satu perusahan PO Bus yang terdampak akibat adanya kebijakan larangan atau pembatasan study tour, PT Sahabat Prima Abadi di Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung. Foto Agi / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kebijakan larangan atau pembatasan study tour yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kini menuai banyak reaksi, terutama dari para pengusaha bus pariwisata.

Para pengusaha ini mengaku sangat keberatan dengan adanya kebijakan itu lantaran secara tidak langsung berdampak pada pendapatan mereka.

Salah satu perusahan yang terdampak yakni PT Sahabat Prima Abadi di Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung.

Baca Juga:Begini Kronologis Patwal di Jalur Puncak yang Viral di Medsos!Tren Percetakan Al-Quran Meningkat di Ramadan, dari Hadiah hingga CSR

Dia menjelaskan, jika dalam setahun, setiap sekolah biasanya mengadakan satu kali keberangkatan study tour, baik untuk kenaikan kelas ataupun kelulusan.

“Yang jelas satu tahun satu sekolah satu kali keberangkatan biasanya, kenaikan kelas dan kelulusan. Kalau di Bandung Mungkin ada puluhan sekolah lah ya yang menggunakan jasa kami,” jelasnya.

Ia mengungkapkan saat ini dampak dari kebijakan larangan ini sudah mulai dirasakan dengan adanya pembatalan perjalanan yang sebelumnya sudah di pesan.

“Sudah ya sudah terasa karena sekarang sudah ada pembatalan yang sudah booking keberangkatan dengan adanya kebijakan ini jadi batal,” katanya.

Ia pun berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali kebijakan ini agar tidak semakin memberatkan para pelaku usaha transportasi pariwisata.

0 Komentar