Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, menyebut ada sekitar 22 pasien yang mendapat penanganan medis dengan berbagai keluhan, seperti hipertensi, pegal-pegal, hingga gatal-gatal.
“Ada juga satu pasien yang tertusuk benda tajam,” ungkap Mulyati.
Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan membagikan klorin desinfektan ke rumah-rumah warga yang terdampak banjir.
“Memang tidak semua rumah, tapi rumah-rumah yang kita lihat kerusakannya cukup parah dan terendam cukup tinggi,” jelasnya.
Baca Juga:Empat Desa di Cimanggung Sumedang Terendam Banjir Luapan Sungai Cimande Capai 2 Meter, Warga DiungsikanSungai Cimeta Meluap, Puluhan Rumah di Cipatat Bandung Barat Terendam Banjir
Pembagian klorin ini bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit dan keberadaan binatang pengerat.
“Seperti tikus dan lain-lain,” tambahnya.
Selain itu, tim dari Puskesmas Melong Tengah juga turut turun langsung memberikan pelayanan kesehatan.
“Puskesmas Melong Tengah bersama kepala puskesmas, dokter gigi, dan tim medis lainnya sudah melaksanakan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak,” ujar Mulyati.
Terkait kekhawatiran peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), Mulyati menyebut hingga saat ini belum terlihat adanya lonjakan kasus. Namun, pihaknya tetap melakukan langkah antisipasi.
“Tapi tentu untuk antisipasi ada hal-hal yang harus kita lakukan dan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) jangan dilupakan,” tutupnya.
Diketahui, hujan deras dengan intensitas tinggi melanda Kota Cimahi sejak Sabtu sore hingga malam hari.
Sejumlah rumah warga di kawasan Melong terendam banjir hingga hampir dua meter, menenggelamkan tempat tinggal mereka.
Baca Juga:Proyek Wisata BUMD Dibongkar, Indonesia Audit Watch Dukung Gubernur Libatkan BPKTimbulkan Persaingan Antar Pedagang Pasar, Komisi II DPRD Kota Bogor Desak Kejelasan Pengelolaan
Banjir juga menyebabkan kerusakan di salah satu tempat pengumpulan barang rongsokan. Tembok penahan tanah (TPT) di lokasi tersebut roboh akibat tidak mampu menahan derasnya aliran air. (Mong)
