“Untungnya nggak ada orang. Biasanya ada yang jaga, cuma kemarin untungnya pada nggak datang,” ungkapnya.
Ketua RW 02 Kelurahan Melong, Suryana, menyebutkan bahwa sekitar 40 kepala keluarga (KK) atau 1.700 jiwa terdampak banjir tersebut.
“Secara posisi adanya penyempitan di saluran air, ketinggian air hampir 1-2 meter,” jelas Suryana.
Baca Juga:Warung Bunda Bikin Resah Warga, Begini Kata Ketua DPRD Cimahi!Heboh ‘Warung Bunda’, MUI Cimahi Minta Pemkot Bertindak Tegas
Hingga saat ini, warga terdampak masih bertahan di rumah masing-masing. Sementara itu, bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) seperti alat mandi, obat-obatan, dan dapur umum belum diterima.
“Baru ada bantuan dari Kapolres dan PMI berupa 180 bungkus makanan,” bebernya.
Suryana menjelaskan, upaya meminimalisir banjir sebenarnya telah dilakukan warga sejak lama, termasuk pembuatan gorong-gorong untuk memperlancar aliran air. Namun, menurutnya, solusi utama adalah pembangunan sodetan.
“Intinya, solusi aparatur daerah sudah tahu, sebenarnya harus buat sodetan,” katanya.
Sayangnya, hingga kini rencana tersebut belum terealisasi. Suryana menyebut pembangunan sodetan memerlukan waktu sekitar satu tahun dan membutuhkan anggaran yang besar.
“Intinya harus ada kerja sama antara Kota Cimahi dengan Kabupaten Bandung,” ujarnya.
Ia menegaskan, realisasi sodetan selalu diusulkan dalam forum RW hingga musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang).
Baca Juga:Tim SAR Evakuasi Warga Terdampak Banjir Luapan Sungai CimandeViral! Petugas Patwal di Puncak Pepet Pengendara Motor hingga Terjatuh
“Solusi utamanya itu sih, selalu diajukan dalam forum RW sampai Musrenbang,” imbuhnya.
Warga berharap sodetan segera terealisasi untuk mengatasi banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.
“Masalahnya, masyarakat di sini juga inginnya segera direalisasikan sodetan itu untuk mengatasi banjir di Melong,” tegas Suryana.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cimahi di lokasi, kawasan terdampak banjir belum memenuhi standar tata ruang yang ideal. Jarak antara bibir sungai dengan bangunan dinilai terlalu dekat.
Idealnya, jarak antara bibir sungai dan bangunan minimal 3 meter, bahkan lebih baik jika mencapai 4-5 meter. Sementara untuk bantaran Sungai Citarum, jarak yang disarankan adalah 25-30 meter. (Mong)
