Selain itu, Yayan menilai pentingnya sosialisasi dan penyebaran informasi secara masif sebagai peringatan dini hingga ke tingkat RT dan RW.
Menurutnya, peran masyarakat di tingkat lingkungan sangat penting dalam mencegah terjadinya hal serupa.
“Karena sebenarnya masalah pokoknya ada di Pak RT dan Pak RW. Kalau mereka mengetahui dan menyadari masalah lingkungannya, mungkin ini tidak akan terjadi,” ujar Yayan.
Baca Juga:Tim SAR Evakuasi Warga Terdampak Banjir Luapan Sungai CimandeViral! Petugas Patwal di Puncak Pepet Pengendara Motor hingga Terjatuh
“Kalaupun ada tindakan pidana atau sejenisnya, bisa berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa dalam pengamanannya,” sambungnya.
Namun, Yayan juga menegaskan bahwa persoalan ini merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari pemerintah, lembaga, penegak hukum, hingga orang tua.
“Semuanya harus berperan dalam penyelesaiannya. Ini bukan hanya masalah pemerintah atau aparat, tapi juga lingkungan dan keluarga,” tandasnya.
Sebelumnya, media sosial dihebohkan oleh unggahan video bertajuk ‘Warung Bunda’, yang memperlihatkan tempat nongkrong remaja yang bolos sekolah.
Dalam video itu, disebutkan bahwa para siswa bebas melakukan berbagai aktivitas, mulai dari merokok, bolos sekolah, hingga berpacaran.
Lebih memprihatinkan lagi, pemilik warung diduga menyediakan kamar khusus untuk aktivitas mesum bagi para siswa. (Mong)
