Replika Penyu Alun-Alun Gadobangkong Sukabumi Rusak, Kontraktor Mau Perbaiki, Dedi Mulyadi Perintahkan Audit

Replika Penyu di Alun - Alun Gadobangkong. (Ist)
Replika Penyu di Alun - Alun Gadobangkong. (Ist)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Replika penyu di Alun-Alun Gadobangkong, Sukabumi rusak. Kontraktor berkenan memperbaiki meski pekerjaan telah diserah terimakan.

Kabid Kawasan Permukiman Dinas Perkim Jabar Tri Budy Hendryanto mengungkapkan, pihaknya juga telah mengetahui terkait rusaknya replika penyu yang jadi ikon alun-alun tersebut. Iapun telah menghubungi pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut.

Tri Budy menguraikan, masa pemeliharaan dari kontraktor sebenarnya sudah habis. Proyek itu dikerjakan pada 2023 lalu. Namun pihak kontraktor masih berkenan untuk memperbaiki replika tersebut. “Kami hubungi kontraktornya, dan akhirnya tetap berkenan untuk memperbaiki. Ini bentuk kepedulian kontraktor,” jelasnya.

Baca Juga:Penyelesaian Banjir Kota Bandung, Pemkot Masih Terpaku pada Penggunaan Kolam RetensiBNPB dan DPR RI Salurkan Bantuan untuk Penanganan Darurat Bencana di Kota Bogor

Tri Budy juga membantah bahwa replika penyu itu dibuat dari bahan kardus. Menurutnya, replika penyu itu pekerjaan seni. Media kertas yang ada digunakan untuk membentuk dasar replika. Kemudian media itu dilapisi bahan utaman, yakni fiber dan resin. “Itu dibentuk pakai kertas yang agak keras, baru kemudian dicetak dengan fiber dan resin,” tuturnya.

Menurut Tri Budy, pekerjaan alun-alun itu telah diserah terimakan. Harapannya kedepan untuk berbagai perawatan dan perbaikan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah setempat.

Ia berharap di lokasi itu juga dilengkapi beberapa rambu-rambu. Misal rambu larangan menaiki replika. Agar kejadian serupa tidak terulang.

Kepala Dinas Perkim Jabar Indra Maha menambahkan, replika penyu raksasa di Alun – Alun Gadobangkong, Kabupaten Sukabumi biaya pembangunannya bukan Rp15,6 miliar seperti yang ramai di publik.

0 Komentar