Tidak Hanya Menahan Lapar dan Haus, Ibadah Puasa Melatih Kesabaran

Ilustrasi Lentera Ramadan. (foto/Pixabay)
Ilustrasi Lentera Ramadan. (foto/Pixabay)
0 Komentar

Setiap muslim dianjurkan untuk melakukan sahur meskipun terasa malas untuk manjalannya, namun di dalam sahur itu ada keberkahan yang dapat dirasakan.

Meninggalkan sahur bisa membuat tubuh lebih cepat lemas dan kurang optimal dalam menjalani ibadah Ramadan.

Sahur juga merupakan waktu mustajab untuk berdoa dan beristigfar. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, “”Dan pada waktu sahur mereka meminta ampun (kepada Allah).” (QS. Adz-Dzariyat: 18).

Baca Juga:Selama Ramadan hingga Lebaran, Menko Pangan Pastikan Stok Ayam dan Telur AmanKejagung Limpahkan Tersangka Rudi Suparmono ke Kejari Jakpus Terkait Kasus Pidana Suap Ronald Tannur

Dalam ayat tersebut menjelaskan bahwa sahur bukan hanya terkait fisik, namun juga momen spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Kemudian, dari sisi kesehatan sahur bisa membantu tubuh untuk tetap bertenaga sepanjang hari selama menjalankan ibadah puasa.

Asupan makan sebelum berpuasa mencegah tubuh mengalami dehidrasi dan menjaga kestabilan gula darah. Sahur juga bisa mengurangi risiko sakit kepala atau lemas akibat kurangnya energi dalam tubuh.

Dianjurkan untuk sahur menjelang waktu imsak, bukan terlalu awal karena ada banyak manfaat di dalamnya. Rasulullah SAW sendiri menganjurkan untuk mengakhirkan sahur agar lebih dekat dengan waktu subuh.

0 Komentar