JABAR EKSPRES – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar Darwis Sitorus memprediksi sejumlah bahan pokok bakal menyumbang inflasi pada Maret 2025. Itu karena bertepatan dengan momen Ramadan dan Lebaran.
Darwis menguraikan, kondisi ekonomi Jabar pada Februari 2025 mengalami devlasi -0,61 secara m-to-m. Namun kondisi itu bakal berubah pada Maret nanti.
Momen Ramadan utamanya lebaran, masyarakat akan cukup banyak membeli berbagai bahan tersebut. Karena untuk acara keluarga atau berbagai kegiatan di lebaran.
Baca Juga:Pemkab Bogor Siapkan Lima Posko untuk Tanggulangi Bencana di Setiap WilayahSweet Shades of Love: Beby Tsabina Bagikan 3 Langkah Effortless Beauty dengan barenbliss
Darwis melanjutkan, beberapa komoditas yang biasa naik adalah beras, minyak goreng, hingga ayam. “Komoditas ini juga perlu diwaspadai karena cukup memiliki penimbang yang tinggi juga,” imbuhnya.
Pemerintah daerah perlu melakukan berbagai antisipasi agar inflasi tidak terlalu tajam di momen Ramadan dan Lebaran. Misalnya melalui operasi pasar.
Sementara jika mengacu data ekonomi pada Februari, sejumlah komoditas juga ada yang menyumbang inflasi. Seperti emas perhiasan, bensin, wortel, kopi bubuk, hingga tarif PAM.
Sedangkan penyumbang devlasi di luar tarif listrik adalah, cabai merah, bawang merah, cabai rawit dan tomat. Kondisi devlasi di Jawa Barat itu juga sejalan dengan ekonomi nasional. Tecatat ekonomi nasional mengalami devlasi -0,48 persen secara m-to-m. Dengan faktor utamanya juga dari diskon listrik.(son)
