Jaga Aktivitas Ekonomi Saat Ramadan-Lebaran, Pemerintah Implementasikan Berbagai Kebijakan

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu. (foto/ANTARA)
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu. (foto/ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah terus berkomitmen untuk jaga aktivitas ekonomi selama Ramadan hingga Idul Fitri 2025.

“Pemerintah terus berkomitmen mengimplementasikan berbagai kebijakan untuk menjamin keterjangkauan harga pangan di masa Ramadan, seperti operasi pasar, Gerakan pasar murah, serta fasilitas dan pengawasan distribusi,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu, dikutip dari ANTARA, Selasa (4/3).

Untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dan menopang daya beli atas kebutuhan transportasi, adanya intensif berupa diskon tarif tol dan pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP) sebesar 6 persen untuk pembelian tiket pesawat yang diberikan pada momentum Ramadan dan Idul Fitri tahun ini.

Baca Juga:Kenali 4 Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Mengurangi Risiko KankerMendag Bakal Cabut Izin Usaha Distributor MinyaKita yang Nakal

Sebelumnya, Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira meminta pemerintah untuk mitigasi potensi perlambatan ekonomi saat Ramadan.

Terkait hal tersebut, Bhima mengatakan aktivitas ekonomi saat Ramadan kali ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor padat karya, efisiensi belanja pemerintah, efektivitas insentif, tantangan aktivitas ekspor-impr, hingga inflasi yang terbilang rendah.

Ia juga meminta pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan, termasuk efisiensi belanja dan dukungan terhadap industri padat karya.

0 Komentar