Tanggul di Bojongsoang Jebol, Bupati Bandung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan

Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama BBWS Citarum saat meninjau lokasi tanggul sungai Cikapundung yang jebol di Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Foto Istimewa
Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama BBWS Citarum saat meninjau lokasi tanggul sungai Cikapundung yang jebol di Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Foto Istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bupati Bandung, Dadang Supriatna, memastikan perbaikan tanggul Sungai Cikapundung Kolot yang jebol di Kampung Cipurut, Desa Bojongsoang, Kecamatan Bojongsoang, akan segera dilakukan.

Selain merusak tanggul sepanjang dua kilometer, banjir akibat hujan deras pada Selasa (25/2/2025) juga menggenangi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bojongsoang serta merusak rumah warga di Kampung Sukabirus, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyatakan jika tanggul Sungai Cikapundung Kolot yang jebol berada di perbatasan antara Kecamatan Bojongsoang dan Kecamatan Dayeuhkolot.

Baca Juga:Jabar Deflasi -0,61 M-to-M, BPS Sebut Diskon Listrik jadi PenyebabnyaAntisipasi Kebijakan Larangan Open Dumping, Pemkot Cimahi Akan Perkuat Pengolahan Sampah TPS 3R

“Lokasi tanggul Sungai Cikapundung Kolot yang jebol di Desa/Kecamatan Bojongsoang yang berbatasan dengan Desa Citeureup Kecamatan Dayeuhkolot, tanggul Sungai Cikapundung Kolot hampir sekitar sepanjang 2,1 km yang harus dilakukan penanganan atau perbaikan tanggul tersebut,” ujarnya, Senin (3/3).

Selain tanggul, Pemkab Bandung juga akan memperbaiki lima unit rumah yang mengalami kerusakan akibat banjir.

Dadang juga berencana merenovasi Jembatan Sukabirus, serta meninggikan tiga jembatan kecil dan pipa PDAM yang kerap tersumbat sampah.

“Perbaikan ini harus dilakukan secara cepat dan berkelanjutan agar masyarakat tidak kembali menjadi korban,” tegasnya.

Terkait dengan persoalan banjir luapan Sungai Cikapundung Kolot yang membawa endapan sampah dari wilayah Kota Bandung, Kang DS menyebutkan, pihaknya sempat berkumpul dengan sejumlah kepala daerah, dan membahas terkait aglomerasi harus tetap dilakukan.

“Ada empat masalah sebenarnya. Pertama masalah banjir, yang kedua masalah sampah, ketiga masalah kemacetan dan yang keempat masalah tata ruang,” ujar Bupati.

0 Komentar