Soal Pemangkasan Anggaran di Era Prabowo, Ini Respons Rektor UNISBA

Rektor Unisba, Edi Setiadi saat mengukuhkan Guru Besar di lingkungan kampus Unisba, Kamis (27/2). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Rektor Unisba, Edi Setiadi saat mengukuhkan Guru Besar di lingkungan kampus Unisba, Kamis (27/2). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang mengamanatkan efisiensi anggaran besar-besaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Di sektor swasta, pengurangan subsidi pendidikan berisiko membuat biaya sekolah semakin mahal. Bantuan operasional yang selama ini menopang sekolah-sekolah swasta juga terancam berkurang, mempersempit akses pendidikan bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Rektor Universitas Islam Bandung (Unisba), Edi Setiadi, menilai kebijakan efisiensi anggaran ini akan lebih berdampak pada perguruan tinggi negeri. “Tapi yang paling berdampak itu PTN. Kami swasta tidak terlalu terpengaruh,” ujarnya kepada Jabar Ekspres, beberapa waktu lalu.

Baca Juga:119 KK Terdampak Banjir Bandang di Puncak Bogor dan Warga Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Cerita KorbanNgantor Perdana Sebagai Bupati Bandung Barat, Ini yang Akan Dilakukan Jeje Ritchie Ismail

Meski demikian, Edi menekankan pentingnya keseriusan pemerintah dalam mengelola pendidikan. “Kami mewakili komunitas akademik, pemerintah jangan main-main dengan dunia pendidikan. Pemerintah harus serius mengelola pendidikan,” katanya.

Diketahui, kebijakan efisiensi ini diambil pemerintah untuk mengalihkan anggaran ke program prioritas nasional, salah satunya program Makan Bergizi Gratis yang dijanjikan dalam kampanye Prabowo.

Ia pun mengingatkan agar kebijakan pemotongan atau efisiensi anggaran tidak mengganggu stabilitas dunia pendidikan. “Paling tidak pemerintah mampu bikin kami tenang, jangan mengganggu,” pungkasnya.

0 Komentar