Pengamat Sebut Pemerintah Gencar Kentaskan Kemiskinan, Tapi Faktor Akses dan Transportasi Diabaikan

Bus Trans Metro Pasundan melintas di Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Senin (3/3). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Bus Trans Metro Pasundan melintas di Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Senin (3/3). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Jalan provinsi 47.874,4 kilometer, kondisi mantap 90,94 persen dan kondisi rusaknya 9,06 persen, sedangkan jalan kota/kabupaten 433.654,4 kilometer (82,05 persen), kondisi mantap 62 persen dan kondisi rusaknya 38 persen.

“Daerah miskin pasti akses transportasinya buruk. Jalan kota/kabupaten yang tidak mantap alias rusaknya di angka sebesar 38 persen,” ujar Djoko.

Dia menyampaikan, angka putus sekolah meningkat merupakan dampak dari minimnya perhatian pemerintah terhadap akses transportasi.

Baca Juga:Denda Administratif Telah Dibayarkan, Kasus Pagar Laut di Bekasi Dinyatakan SelesaiTanggul di Bojongsoang Jebol, Bupati Bandung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan

“Oleh karenanya, angka putus sekolah dinilai berpengaruh terhadap peningkatan jumlah pernikahan anak sekaligus meningkatkan kelahiran bayi stunting,” pungkas Djoko. (Bas)

0 Komentar