Di berbagai platform seperti Facebook, TikTok, dan Telegram, para korban mulai membagikan pengalaman pahit mereka setelah kehilangan dana yang jumlahnya tidak sedikit.
Beberapa anggota mengaku kehilangan jutaan hingga puluhan juta rupiah karena terlanjur percaya dengan janji keuntungan besar yang ditawarkan Kantar.
Kini, banyak pengguna mulai berkoordinasi untuk mengambil langkah hukum.
Sejumlah grup WhatsApp dan Telegram telah dibuat untuk membahas kemungkinan pelaporan ke pihak berwenang.
Baca Juga:McDonald’s Indonesia Berikan BPJS Ketenagakerjaan bagi Mitra Petani Lokal di Jawa Barat untuk MeningkatkanRagam Solusi AI dari Telkom Telah Dinikmati Berbagai Sektor Industri
Namun, mengingat skema money game seperti ini sering kali dioperasikan oleh pihak anonim dengan server di luar negeri, peluang untuk mendapatkan kembali uang yang hilang sangat kecil.
Jika suatu platform menawarkan keuntungan besar dengan sistem rekrutmen anggota baru, maka besar kemungkinan itu adalah skema ponzi yang akan runtuh pada akhirnya.
Sebagai pengguna internet yang bijak, penting untuk selalu melakukan riset mendalam sebelum menaruh uang dalam aplikasi semacam ini.
Jangan mudah tergiur dengan janji keuntungan tinggi tanpa risiko yang jelas.
