JABAR EKSPRES – Hamparan sawah yang biasanya memeluk cakrawala dengan hijau padi, kini berubah menjadi kolam raksasa. Ratusan hektare lahan di jantung lumbung padi Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terendam banjir luapan sungai.
Di Kecamatan Lakbok dan Purwadadi, air setinggi satu meter menyapu desa-desa, mengubur harapan panen dan memaksa petani seperti Sutaryo (48 tahun) memikul kerugian ratusan juta rupiah.
“Bencana ini melanda lima desa, yakni Desa Pasung, Kertajaya, Purwajaya, Karangpaningal, dan Sidarahayu” tuturnya.
Baca Juga:Pertunjukan Teater Payung Hitam Memang Tidak Diizinkan Pihak Kampus, ISBI Bandung Beberkan Sejumlah AlasannyaPelayanan Infrastruktur Kota Cimahi Masih Belum Optimal, DPKP dan DPRD Soroti Masalah Drainase
Ahmad Dasmun (52), petani dari Desa Purwajaya, mengeluh bukan hanya di musim hujan mereka menderita. Saat kemarau, dia harus menyewa pompa air dengan biaya tinggi. Dia merasa seperti terjebak di antara dua musuh.
“Biaya sewa pompa bisa mencapai Rp500.000 per hari, nominal yang cukup menggerus pendapatan,” ujarnya.
Kedua petani ini bersepakat, solusi darurat seperti bantuan benih atau pompa tak lagi cukup. Mereka mendesak pemerintah membenahi infrastruktur pengendali banjir.
